Digital Saudi Melonjak, VC Naik 3.100%
Arab Saudi semakin mengukuhkan posisinya sebagai kekuatan ekonomi digital global. Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Arab Saudi, Abdullah As-Sawahah, mengumumkan bahwa kerajaan menduduki peringkat tertinggi dalam daya saing digital di antara negara-negara G20. Nilai pasar telekomunikasi dan teknologi informasi (TIK) kini mencapai 190 miliar riyal, meningkat 80% dibanding periode sebelumnya.
Pertumbuhan ekosistem digital ditopang lonjakan talenta teknologi yang kini mencapai 406 ribu orang atau naik 62%. Investasi modal ventura juga mencatat rekor spektakuler sebesar 5,4 miliar riyal—melambung hingga 3.100%. Arab Saudi kini memiliki delapan perusahaan teknologi bernilai miliaran dolar yang menguasai 50% pangsa pasar regional.
Dalam pertemuan di markas Federasi Kamar Dagang Saudi, As-Sawahah menjelaskan bahwa Program Nasional Pembangunan Teknologi Informasi telah mendukung lebih dari 3.000 perusahaan. Program ini telah menghasilkan 446 proyek kecerdasan buatan, 1.187 proyek startup, dan menciptakan 17 ribu lapangan kerja baru.
Transformasi Digital Didorong Kepemimpinan Putra Mahkota
As-Sawahah menegaskan bahwa lompatan besar tersebut tidak terlepas dari dukungan dan pemberdayaan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri, Pangeran Muhammad bin Salman bin Abdul Aziz Al Saud. Sejak 2017, transformasi digital dimulai melalui fase pemberdayaan dengan pembenahan regulasi, pembangunan infrastruktur digital, serta penguatan ekosistem pembayaran dan perdagangan digital.
Pada 2020, Arab Saudi memasuki fase transformasi dengan fokus mempercepat pertumbuhan ekonomi digital, meningkatkan konten lokal, menarik investasi strategis, dan mendorong kewirausahaan melalui dana ventura. Tahun 2025 menjadi fase inovasi yang ditandai peluncuran perusahaan Humain, pemain global dalam solusi kecerdasan buatan.
Layanan Digital Pemerintah Terbaik di Dunia
Ketua Federasi Kamar Dagang Saudi, Hasan bin Mu‘jab Al-Huwazi, menegaskan bahwa dukungan kepemimpinan visioner telah menjadikan Arab Saudi meraih peringkat pertama dunia dalam layanan digital pemerintah. Ia menyebut sektor telekomunikasi dan TIK sebagai tulang punggung ekonomi masa depan.
Al-Huwazi juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor publik dan swasta untuk menciptakan peluang, inovasi, dan proyek strategis baru. Pertemuan tersebut merupakan bagian dari dialog rutin yang membahas perkembangan ekonomi, regulasi, peluang investasi, dan masukan dari pelaku usaha dalam rangka memperkuat iklim bisnis kompetitif dan menarik investasi global.
Sumber : saudinesia.com