Baznas Gandeng Sabana Kembangkan Usaha Mustahik ZChicken
Jakarta – Pengentasan kemiskinan menuntut langkah nyata melalui penguatan kemandirian ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memperluas program pemberdayaan usaha mikro bagi para mustahik.
Langkah strategis ini diwujudkan lewat kerja sama bersama Yayasan Sarana Bina Nusantara (Sabana Foundation). Kemitraan terpadu tersebut berfokus mendongkrak skala mutu dan jangkauan program ZChicken di tanah air.
Kolaborasi ini resmi bergulir melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Jakarta pada Kamis (5/11/2026). Sebanyak 200 penerima manfaat ZChicken di berbagai daerah disiapkan menerima pendampingan usaha komprehensif.
Cakupan program meliputi literasi ZIS-DSKL, pelatihan teknis, pembiayaan modal, sertifikasi halal, hingga strategi penjenamaan dan penetrasi pasar. Selain itu, pendampingan terarah ini ditargetkan mampu meningkatkan daya saing usaha binaan.
Jamin Kepastian Pasokan dan Mutu Rantai Bisnis
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid menyatakan sinergi ini menjadi pilar penting penguatan usaha umat. Integrasi sistem pembinaan dan jaringan mapan Sabana dinilai menghadirkan nilai tambah yang sangat besar.
“Bagi kami ini adalah sebuah kebahagiaan, kebahagiaan dari kerja samanya, kebahagiaan dari pemberdayaan umat, khususnya bagi pengusaha-pengusaha mikro,” ujar Sodik seusai penandatanganan MoU di Kantor Baznas, Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Kekuatan logistik Sabana diproyeksikan mampu memastikan keteraturan pasokan bahan baku serta standar produk yang terjaga. Selanjutnya, skema pemasok terpadu ini juga disiapkan menyokong sekitar 2.500 gerai ZChicken yang telah beroperasi mandiri.
“Jadi Saudara-saudara, salah satu manfaat lebih atau manfaat tambahan kerja sama ZChicken dengan Sabana ini, kalau Sabana sudah memiliki jaringan-jaringan, sehingga tadi ya, bukan hanya aspek marketing, tapi aspek supply pun insya Allah lebih terjamin,” ucap dia.
Perluas Sayap Pemberdayaan Menembus 14 Provinsi
Sementara itu, Ketua Yayasan Sarana Bina Nusantara Syamsialis menegaskan kesiapan penuh dalam menyukseskan program ini. Pihaknya siap mengoptimalkan jaringan usaha Sabana yang tersebar luas di berbagai pelosok Indonesia.
Jejaring Sabana saat ini telah merambah 14 provinsi dan terus bersiap memperlebar sayap layanannya. Kemitraan erat ini diharapkan mempercepat mustahik meraih kemandirian finansial yang berkelanjutan.
“Karena Sabana ini sudah tersebar di 14 provinsi di Indonesia, dan kita sudah akan memperluas lagi, sehingga dengan kerja sama ini semakin banyak mustahik ya yang akan menerima manfaat ini tersebar di seluruh Indonesia,”tegas dia.
Pada akhirnya, sinergi antara lembaga zakat dan pelaku industri olahan ayam ini memutus ketergantungan bantuan konsumtif. Transformasi produktif ini membuka jalan nyata bagi mustahik untuk tumbuh menjadi muzaki di masa depan.