Berita Terkini

Barantin Perketat Pengawasan Perdagangan Satwa dan Tumbuhan Digital

Bandar Lampung – Pasar digital kini tidak lagi sepenuhnya aman bagi transaksi keanekaragaman hayati. Penjualan flora dan fauna ilegal secara bebas di platform e-commerce mengancam ekosistem nasional.

Pengungkapan kasus pengiriman puluhan ribu benih kelapa sawit tanpa dokumen resmi membuka mata publik. Praktik perdagangan komoditas ilegal melalui marketplace digital terbukti kian masif.

Oleh karena itu, Badan Karantina Indonesia (Barantin) mengambil langkah tegas. Lembaga ini resmi memperketat pengawasan lalu lintas tumbuhan dan satwa di ruang digital.

“Mengenai pengungkapan kasus peredaran 75.992 butir benih atau kecambah kelapa sawit ilegal, saat ini sedang proses lebih lanjut dan bila dua alat bukti terpenuhi maka akan mendorong ke arah tindak pidana,” ujar Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding di Bandarlampung, Jumat. Dikutip dari antara news.

Selanjutnya, Barantin berencana merapat ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Langkah ini diambil guna memblokir penjualan komoditas pertanian dan perikanan yang tak bersertifikat.

“Karena ada modus pengiriman dan penjualan lewat marketplace ataupun e-commerce, dan karena kami belum punya kerja sama untuk menarik penjualan tumbuhan atau hewan peliharaan, maka sekarang masih bebas dijual dari dalam keluar negeri atau sebaliknya. Oleh karena itu nanti kami coba bicarakan ini dengan Komdigi agar penjualan tumbuhan dan hewan misalkan ikan hias lewat marketplace ataupun e-commerce kalau tidak bersertifikat maka tidak boleh,” katanya.

Selain itu, maraknya pemalsuan dokumen menjadi tantangan tersendiri. Sertifikat karantina palsu terdeteksi beredar bebas di sejumlah e-commerce.

Oleh sebab itu, penataan sistem keamanan digital menjadi agenda yang mendesak. Barantin bertekad menutup rapat setiap celah manipulasi dokumen.

Namun, pengawasan di ruang siber tidak akan cukup tanpa tindakan fisik di lapangan. Barantin turut merangkul perusahan logistik serta PT Pos Indonesia.

“Kedua kami juga akan bekerja sama dengan asosiasi pengusaha pengiriman logistik, termasuk Kantor Pos. Dan kemungkinan ke depan akan bekerjasama menyiapkan petugas di Kantor Pos untuk melakukan pengetatan pemeriksaan,” ucap dia.

Di samping pengetatan rantai pasok, pemahaman masyarakat di tingkat hulu perlu ditingkatkan. Petani serta pelaku usaha diimbau untuk lebih selektif membeli benih.

Langkah edukasi ini krusial demi menjaga produktivitas komoditas pertanian nasional. Pemusnahan barang bukti ilegal juga dijadikan opsi utama untuk memberikan efek jera.

“Dan tindakan seperti ini (perdagangan ilegal bibit sawit) saya pilih untuk dimusnahkan meski ada tindakan di luar dimusnahkan. Saya memilih dimusnahkan semua barang yang memang patut dimusnahkan, supaya ada efek jera, dan sebisa mungkin dibawa ke pidana agar pelaku jera,” tambahnya.

Meskipun jaringan di Lampung berhasil diredam, potensi kebocoran lalu lintas komoditas masih membayangi. Pintu keluar-masuk utama seperti Pelabuhan Bakauheni dan Bandara Radin Inten II tetap dijaga ketat.

“Karena modusnya lewat mobil box, dan pengiriman rata-rata dengan kendaraan, kemudian daerahnya luas, untuk mengamankan ini tidak mudah dengan keterbatasan petugas di lapangan. Ke depan kita akan menggunakan teknologi, agar bisa mendeteksi lebih mudah berbagai barang yang tidak sesuai dengan kaidah yang ada di aturan perkarantinaan Indonesia,” ujar dia.

Pada akhirnya, pengetatan pengawasan e-commerce oleh Barantin menjadi ujian nyata integrasi perlindungan keanekaragaman hayati kita. Namun, sejauh mana kolaborasi lintas lembaga dan adopsi teknologi mampu menghentikan laju modus penyelundupan digital ini?

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button