Berita Terkini

Bank Muamalat dan BPKH Luncurkan Kartu Haji Indonesia

Jakarta – Ibadah ke Tanah Suci kini resmi memasuki babak baru yang sepenuhnya nontunai. Langkah revolusioner ini ditandai dengan peluncuran Kartu Haji Indonesia hasil kolaborasi strategis antara PT Bank Muamalat Indonesia Tbk dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Inisiatif besar ini dirancang khusus untuk mengeliminasi penggunaan uang tunai yang merepotkan di lapangan. Selain demi kemudahan dan kenyamanan jemaah, terobosan ini sekaligus mendukung percepatan digitalisasi pelaksanaan ibadah haji dan umrah secara masif.

“Dengan memanfaatkan kapabilitas digital dan jejaring yang dimiliki, sinergi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan bagi calon haji dan umrah, tetapi juga memperkuat peran ekonomi syariah dalam mendukung kemaslahatan umat secara lebih luas,” kata Direktur Utama Bank Muamalat Imam Teguh Saptono dalam keterangannya di Jakarta, Senin. Dikutip dari antaranews.

Digitalisasi Layanan Lewat Fitur Bank Haji

Akses pendaftaran ibadah mulia ini diklaim kian mudah dan inklusif bagi masyarakat. Calon jemaah kini bisa mendaftar melalui mobile banking Muamalat DIN, seluruh kantor cabang Bank Muamalat, serta jaringan PT Pos Indonesia di seluruh tanah air.

Oleh karena itu, integrasi sistem menjadi kunci utama dalam memangkas birokrasi pendaftaran. Aplikasi Muamalat DIN kini turut menghadirkan fitur Bank Haji untuk pendaftaran dan pelunasan biaya haji serta pengecekan Riwayat Pendaftaran dan nilai Manfaat Haji.

Selanjutnya, kerja sama kedua lembaga ini dipastikan akan berjalan dalam jangka panjang. Muamalat dan BPKH telah sepakat untuk terus melanjutkan pelaksanaan joint event meliputi program nasional dan internasional terkait sosialisasi, diseminasi, maupun program penghimpunan dan kemaslahatan. BPKH juga telah menunjuk Bank Muamalat sebagai salah satu bank syariah penyedia jasa layanan kustodiannya.

Selain itu, kata Imam lagi, BPKH dan Bank Muamalat terus memperkuat sinergi bisnis melalui sejumlah kerja sama strategis.

Menurut Imam, sinergi ini menjadi upaya bersama saling mendukung. Apalagi, haji dan umrah merupakan ekosistem besar yang dapat memberikan efek berganda ke berbagai sektor ekonomi dan sosial di tanah air.

“Kami ingin setiap layanan, produk, dan nilai tambah yang dapat kami berikan menjadi jalan hijrah bagi stakeholders menuju berkah. Dengan kebermanfaatannya bisa berkelanjutan dan dirasakan semua elemen dimanapun,” ujarnya.

Gelaran Synergy Roadshow 2026 di Enam Kota

Demi menyamakan visi, kedua institusi bersiap menggelar koordinasi akbar di berbagai daerah. Bank Muamalat bersama BPKH membangun kolaborasi serta melakukan evaluasi kinerja bisnis seluruh region Bank Muamalat yang bertajuk Synergy Roadshow 2026 di enam kota besar, yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Makassar dan Medan pada Juli hingga Agustus 2026.

Kegiatan tersebut merupakan forum bersama para pimpinan dan tim penjualan di kantor wilayah dan cabang ini bertujuan untuk menyampaikan strategi, prioritas bisnis dan arahan manajemen kepada seluruh insan Muamalat dalam rangka peningkatan kemampuan tim.

“Kami juga mengidentifikasi peluang pertumbuhan di masing-masing daerah. Sasarannya jelas, kami ingin membangun semangat dan optimisme menghadapi semester kedua tahun ini, di tengah kondisi perekonomian nasional yang menantang dan kondisi global yang masih bergejolak” katanya pula.

Fokus Segmen Ritel dan Lonjakan Solusi Emas

Manajemen mengindikasikan bahwa ketahanan bisnis bank syariah pertama ini berada pada posisi yang solid. Imam menekankan pentingnya pertumbuhan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, Bank Muamalat menjalankan strategi bisnis yang berfokus pada segmen ritel, baik consumer maupun small medium enterprise (SME), yang terbukti lebih resilien, tanpa mengabaikan pengembangan segmen korporasi yang sehat.

Sebaliknya, hasil nyata dari fokus bisnis tersebut langsung tecermin dalam laporan keuangan perusahaan. Produk unggulan consumer seperti pembiayaan Solusi Emas Hijrah dan SME mencatat kenaikan yang solid. Pembiayaan Solusi Emas Hijrah melonjak lebih dari 11 kali lipat secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp1,7 triliun pada akhir Maret 2026. Jumlah rekening nasabah pun meningkat tajam 274 persen yoy.

Di samping itu, ceruk pasar usaha kecil menengah juga terus dipacu secara agresif. Pionir bank syariah di Indonesia ini juga terus memacu pertumbuhan pembiayaan ke sektor SME. Hingga Maret 2026, outstanding pembiayaan SME nilainya mencapai Rp3,1 triliun, tumbuh 33 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada akhirnya, keberhasilan ekspansi ini diharapkan mampu memperkokoh struktur ekonomi nasional secara makro.

“SME merupakan sektor yang sangat prospektif untuk dikembangkan karena memiliki peran krusial sebagai penopang stabilitas ekonomi nasional. Sektor ini juga mempunyai manajemen atau penyebaran risiko yang baik,” ujar Imam menambahkan.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button