Arab Saudi Pacu Transformasi Ekonomi Global Lewat Diplomasi dan Diversifikasi

Arab Saudi menunjukkan lonjakan transformasi ekonomi dalam beberapa dekade terakhir. Dari negara yang hampir sepenuhnya mengandalkan minyak, kerajaan kini beralih menuju ekonomi terdiversifikasi melalui diplomasi internasional, investasi strategis, serta proyek-proyek pembangunan berskala global. Langkah ini sejalan dengan visi besar Riyadh untuk memperkuat posisinya sebagai pusat ekonomi dunia sekaligus membangun fondasi pertumbuhan berkelanjutan.
Diplomasi Ekonomi Jadi Kekuatan Baru
Posisi geografis Saudi—di persimpangan Asia, Afrika, dan Eropa—memberikan keuntungan strategis dalam hubungan ekonomi global. Statusnya sebagai pengekspor minyak terbesar dunia dan pemimpin di kawasan Arab-Islam memperkuat pengaruh geopolitik kerajaan.
Keunggulan tersebut dimanfaatkan untuk membangun hubungan ekonomi yang agresif namun adaptif, mendorong percepatan pembangunan ekonomi di berbagai sektor.
Visi 2030 Menarik Gelombang Investasi Asing
Melalui Visi 2030, Arab Saudi memaksimalkan kebijakan internasional untuk menarik arus investasi asing langsung (FDI). Fokusnya meliputi pengembangan sektor non-migas, penciptaan lapangan kerja, dan inovasi teknologi.
Partisipasi generasi muda mendapat perhatian khusus. Program seperti G20 Young Entrepreneurs’ Alliance membantu wirausahawan Saudi memperluas jejaring dan kerja sama internasional.
Sejak 2020, FDI Saudi tumbuh signifikan. FocusEconomics mencatat nilai investasi mencapai USD 28,4 miliar pada 2021—sementara laporan Dhaman (2022) menempatkan kerajaan di urutan kedua tertinggi penerima FDI di kawasan Arab setelah UEA.
Strategi Penguatan Ekonomi Internasional
Upaya transformasi ekonomi Saudi berlangsung melalui sejumlah pilar utama:
- Kemitraan Bilateral dan Multilateral
Hubungan strategis dengan AS, Tiongkok, India, Korea Selatan, dan negara Eropa membantu transfer teknologi dan ekspansi akses modal global. - Peningkatan Kehadiran Global
Keikutsertaan aktif dalam G20 dan organisasi energi internasional menunjukkan pergeseran peran Saudi dari sekadar produsen minyak menjadi pemain ekonomi global. - Soft Power Ekonomi
Pengaruh sebagai pusat dunia Arab dan Islam dimanfaatkan untuk memperluas jejaring investasi dan kerja sama ekonomi lintas negara.
Diversifikasi Ekonomi: Dari Wisata hingga Teknologi
Pemerintah kini mempercepat ekspansi sektor non-migas dengan fokus pada pariwisata, hiburan, pertambangan, energi bersih, dan ekonomi digital.
- Pariwisata & Hiburan
Mega proyek seperti NEOM, The Red Sea, AlUla, dan Qiddiya dirancang untuk menarik 100 juta wisatawan per tahun. Kementerian Pariwisata mencatat 109,3 juta kunjungan pada 2024, termasuk 28 juta wisatawan mancanegara. - Pertambangan
Cadangan emas, tembaga, fosfat, dan litium dipacu melalui UU Investasi Pertambangan 2020. Investasi eksplorasi mencapai USD 280 juta tahun ini, dengan jumlah perusahaan naik dari 6 menjadi 226. - Ekonomi Digital
Investasi besar mengalir ke AI, komputasi awan, FinTech, keamanan siber, dan industri gim. Pameran teknologi LEAP meningkat hingga 215.000 pengunjung pada 2024. Riyadh kini berkembang sebagai hub startup teknologi regional. - Energi Terbarukan & Hidrogen Hijau
PIF mempercepat investasi pada energi surya, angin, hidrogen hijau, kendaraan listrik, teknologi ruang angkasa, serta industri olahraga kelas dunia.
Sumber: kabarsaudi.com