BSI Pacu Brand Lokal Tembus Pasar Internasional Lewat Expo 2026

Jakarta – Pasar domestik menjadi pijakan utama bagi ekspansi bisnis produk nasional. Oleh karena itu, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mendorong jenama lokal memperkuat fondasi pasar dalam negeri sebelum melangkah ke pasar internasional.
Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui perhelatan BSI International Expo 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta. Agenda temu bisnis ini berlangsung sepanjang 23 hingga 25 Oktober 2026 dengan mengusung tema “Buy Local Go Global”.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menegaskan keberpihakan konsumen dalam negeri sangat menentukan kapasitas pelaku usaha lokal.
“Kalau kita tidak mendorong mereka, kita tidak pakai dan tidak mencobanya, maka mereka nggak akan punya skala yang cukup,” kata Anggoro kepada wartawan usai pembukaan BSI International Expo 2026 di Jakarta, Jumat (23/10/2026) malam.
Dukungan Konsumen untuk Perluas Skala Usaha
Kualitas hasil karya anak bangsa saat ini dinilai telah mengalami peningkatan pesat. Oleh sebab itu, masyarakat perlu memberikan ruang seluas-luasnya bagi produk dalam negeri untuk bersaing di etalase pilihan belanja sehari-hari.
Lonjakan permintaan domestik akan memicu peningkatan kapasitas dan skala bisnis pelaku usaha secara berkelanjutan.
“Tugas kita cuma satu, kita pilih produknya, kita pakai, kita promosikan, dan sama-sama memberi jalan mereka untuk menjadi besar,” ujarnya.
Pertumbuhan usaha yang semakin matang tentu membutuhkan dukungan permodalan yang memadai. Selain itu, pelaku usaha memerlukan sistem transaksi yang ringkas melalui integrasi teknologi digital.
BSI berkomitmen menyiapkan ekosistem pembiayaan sekaligus membukakan jalan bagi pelaku industri halal yang siap menembus pasar luar negeri.
“Jadi kita akan fasilitasi juga untuk go global, karena kita punya cabang di Dubai dan sebentar lagi ada di Jeddah,” ujarnya.
Akses Pasar Global Melalui Fasilitas Business Hub
Pameran terpadu BSI International Expo 2026 diramaikan oleh kehadiran 400 tenant dari aneka sektor potensial. Ragam industri yang berpartisipasi meliputi busana modest, kuliner, pariwisata ramah muslim, otomotif, emas, hingga produk gaya hidup halal lainnya.
Selain berfungsi sebagai ajang promosi langsung kepada konsumen, pameran ini membuka ruang kolaborasi bisnis yang lebih besar. Selanjutnya, BSI menghadirkan sarana Business Hub sebagai instrumen penjajakan kemitraan profesional.
Fasilitas tersebut dirancang khusus untuk menghubungkan pelaku usaha nasional dengan jejaring pembeli mancanegara. Pada akhirnya, sinergi ini diharapkan dapat memastikan produk lokal tidak hanya merajai pasar dalam negeri, tetapi juga memiliki daya tawar tinggi di kancah perdagangan global.


