KKP Pacu Modernisasi Ribuan Kapal Perikanan Nasional
Jakarta – Pemerintah bergerak cepat merevolusi armada tangkap laut Nusantara secara bertahap. Oleh karena itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mematangkan modernisasi 4.582 unit kapal perikanan nasional bersama mitra asal Inggris, Babcock International.
Program strategis ini menelan anggaran ratusan triliun rupiah demi mengamankan kedaulatan laut. Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan menegaskan bahwa pengadaan armada tidak langsung digarap sekaligus dalam satu waktu.
“Pengadaan 4.582 kapal ini tentunya tidak langsung dibangun sekaligus. Intervensi hari ini bersama mitra dari Inggris yang dimotori oleh Babcock, kami melakukan kegiatan desain, proses kontrak, dan persiapan lainnya,” ujar Didit. Dikutip dari ANTARA.
“Prosesnya panjang sekali. Dan belum selesai di Kementerian Pertahanan. Itu yang kami minta lebih cepat untuk melakukan penyelesaian,” ujarnya lagi.
Tahap awal proyek difokuskan pada pembangunan 1.000 unit kapal berbobot 30 gross tonnage (GT). Selanjutnya, kapal-kapal tersebut diprioritaskan bagi kawasan pesisir, khususnya kantong Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Rincian Anggaran dan Transformasi Rantai Dingin
Kemitraan bilateral Indonesia–Inggris mencakup pembangunan 1.582 unit kapal berukuran 30 GT, 200 GT, hingga 500 GT. Skema ini membutuhkan alokasi dana Rp40,43 triliun dengan proyeksi produksi 281 ribu ton per tahun senilai Rp6,6 triliun.
Sementara itu, sebanyak 3.000 kapal lain disiapkan lewat PT Agrinas Jaladri Nusantara (AJN) senilai Rp194,12 triliun. Armada berskala industri ini ditargetkan menyumbang tangkapan 765 ribu ton per tahun bernilai Rp21,9 triliun di Zona Ekonomi Eksklusif dan laut lepas.
Namun, pemerintah menekankan bahwa peremajaan fisik armada harus dibarengi kesiapan ekosistem hilir. KKP mewajibkan penguatan industri suku cadang, sertifikasi awak kapal, serta ketersediaan fasilitas pabrik es dan cold storage.
Semua unit kapal nantinya akan diserahkan langsung kepada nelayan tanpa pungutan biaya. Direktur Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan Ikan KKP Mochamad Idnillah memastikan armada ini dibagikan gratis demi mengangkat Nilai Tukar Nelayan.
“Program modernisasi kapal perikanan dari berbagai sumber pendanaan ini seluruhnya akan diberikan gratis kepada nelayan,” kata Direktur Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan Ikan KKP Mochamad Idnillah di Jakarta, Rabu.
Target Rampung 2029 dan Dorongan Status PSN
Langkah ini mendesak mengingat sekitar 91 persen armada penangkap ikan domestik saat ini masih berbahan kayu lapuk. Selain rentan memicu persoalan lingkungan, kapal tradisional minim ruang pendingin palka yang memadai.
Oleh karena itu, armada baru dirancang menggunakan material baja dan aluminium berkekuatan tinggi. Teknologi palka pendingin modern disematkan agar mutu ikan tangkapan nelayan tetap segar hingga bernilai jual tinggi.
Seluruh target peremajaan kapal senilai total Rp234,55 triliun tersebut diproyeksikan tuntas pada 2029. Jadwal penyelesaian ini bertepatan dengan masa akhir lima tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Selain itu, KKP telah merilis Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 66 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Modernisasi Kapal. Regulasi ini diperkuat dengan pengajuan draf Instruksi Presiden agar proyek tersebut resmi berstatus Proyek Strategis Nasional.