Berita Terkini

Danantara Tuntaskan Akuisisi Lahan 4,4 Hektare di Makkah

Langkah ekspansi aset luar negeri Indonesia kini resmi menorehkan sejarah baru di Timur Tengah. Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management menuntaskan akuisisi lahan seluas 4,4 hektare di kawasan strategis Thakher Makkah.

Transaksi besar ini melengkapi pembelian Novotel Thakher Makkah yang telah diserahterimakan pada 11 Agustus 2026. Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Roeslani menegaskan bahwa investasi ini dirancang sebagai jangkar jangka panjang.

“Akuisisi yang telah diselesaikan tersebut mencakup sebuah hotel yang telah beroperasi dengan 1.461 kamar dan suite, yang diakuisisi dan diserahterimakan pada 11 Agustus 2026, serta lahan seluas 4,4 hektare yang akuisisinya diselesaikan pada 18 Oktober 2026,” ujar Rosan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (19/10/2026).

Rangkaian aksi korporasi ini menindaklanjuti kesepakatan induk bersama Thakher Development Company sejak 14 Desember 2025. Selain itu, kawasan ini dipersiapkan sebagai Kompleks Bait Jemaah untuk melayani jutaan jamaah haji dan umrah secara terpadu.

“Dengan memadukan aset perhotelan yang telah beroperasi dan pengembangan lahan, transaksi ini menjadi landasan bagi perluasan kapasitas akomodasi dan layanan pendukung secara bertahap,” sambung Rosan.

Gandeng Mitra Lokal Kembangkan Rencana Induk Terpadu

Kawasan seluas 4,4 hektare tersebut akan disulap menjadi area multifungsi modern. Proyek ini memadukan fasilitas perhotelan kelas dunia, pusat perbelanjaan ritel, serta beragam sarana penunjang jamaah.

Oleh karena itu, Danantara menggandeng pengembang lokal Al-Khomasiah guna memastikan seluruh proses konstruksi berjalan mulus. Sinergi ini memperkuat pijakan operasional BUMN investasi tersebut di Kerajaan Arab Saudi.

“Studi kelayakan, persetujuan, serta dokumen perizinan yang dipersyaratkan untuk bidang lahan tersebut akan disiapkan dan disampaikan sesuai dengan setiap tahap pengembangan,” lanjut Rosan.

Pengelolaan aset dilakukan lewat disiplin finansial yang sangat ketat demi menjaga keberlanjutan imbal hasil. Namun, dampaknya melampaui portofolio bisnis semata karena turut mempererat jalinan ekonomi bilateral kedua negara.

“Lebih dari itu, momentum ini menandai awal dari kemitraan ekonomi yang semakin erat antara Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi. Kami akan terus memperdalam kerja sama bilateral dengan menjajaki berbagai peluang di Madinah dan sektor-sektor strategis lainnya di luar sektor properti yang memberikan manfaat bagi kedua negara,” kata Rosan.

Etalase Budaya dan Diplomasi Ekonomi Global

Platform perhotelan ini juga diposisikan sebagai pintu masuk promosi identitas bangsa. Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menilai proyek ini membuka ruang pengenalan kuliner serta keramahtamahan nusantara ke hadapan dunia.

“Kami akan menjalankan tahapan selanjutnya secara terukur, dengan berpedoman pada kelayakan komersial, ketentuan regulasi, dan tata kelola yang penuh kehati-hatian untuk menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan,” ujar Pandu.

Selanjutnya, koordinasi intensif akan terus dibangun bersama otoritas terkait di Riyadh maupun Jakarta. Hal tersebut penting untuk memastikan ekosistem layanan ibadah beroperasi dengan standar kelas dunia.

“Hal ini sekaligus menjadi landasan untuk mempererat hubungan yang telah lama terjalin antara kedua negara, termasuk melalui penjajakan berbagai peluang di sektor-sektor strategis lainnya,” kata Pandu.

Sejarah Baru Kepemilikan Properti Asing di Makkah

Chief Executive Officer Thakher Development Faisal Shaker menyebut aksi korporasi ini sebagai tonggak sejarah besar. Pasalnya, Indonesia menjadi negara pertama di luar Arab Saudi yang resmi memiliki properti di Makkah.

“Kami bangga telah menuntaskan transaksi ini, mulai dari penandatanganan hingga peralihan hak kepemilikan, dalam waktu sepuluh bulan,” ujar Faisal.

Lokasi aset yang dekat dengan Masjidil Haram memberikan kemudahan mobilitas yang sangat nyata bagi para jamaah Indonesia. Di samping itu, model investasi bilateral ini membuktikan tingginya kepercayaan global terhadap reformasi ekonomi Saudi.

“Hari ini, kami telah mewujudkan peluang ini menjadi model yang dapat direplikasi dan menjadi pintu masuk bagi investor internasional ke Makkah,” kata Faisal.

Chief Executive Officer Khomasiah Group Ammar Baroum turut menyambut gembira realisasi kemitraan internasional ini. Langkah Danantara membuktikan bahwa iklim investasi di dua kota suci kini semakin kompetitif dan terbuka lebar.

“Kami bangga atas peran Khomasiah dalam memfasilitasi investasi ini serta mendukung penanaman modal asing sejalan dengan visi Saudi 2030,” kata Ammar.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button