Peluang Emas Anak Muda Mengembangkan Bisnis Waralaba Lokal
Tangerang – Memulai usaha sering kali membingungkan bagi pemula yang minim pengalaman manajerial. Oleh karena itu, skema waralaba hadir menjadi jalan pintas yang realistis bagi generasi muda.
Menteri Perdagangan Budi Santoso secara terbuka mengajak anak muda memanfaatkan momentum ini. Model bisnis ini dinilai sangat tepat karena menawarkan ekosistem usaha yang sudah matang dan teruji.
“Bagi anak-anak muda yang ingin berbisnis, tapi bingung mau bisnis apa, ya itu model bisnis waralaba. Ikut menjadi waralaba karena template-nya semuanya sudah ada dan kita tinggal menjalankan,” kata Budi dalam acara Franchise and License Expo di PIK 2 Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat.
Potensi Kuliner Nusantara dan Kekuatan Pasar
Indonesia sejatinya memiliki segudang produk waralaba lokal yang sangat prospektif. Komoditas kuliner seperti bakso terbukti memiliki daya pikat pasar yang sangat tinggi.
Namun, potensi besar tersebut kerap terhambat masalah visibilitas merek. Skala produksi serta ekspansi jenama domestik umumnya memang belum semasif jenama multinasional.
Selain itu, pembukaan gerai cabang menjadi kunci akselerasi jangkauan pasar. Keberlanjutan usaha ini tentu menuntut pondasi manajemen yang kokoh agar mampu bertahan melintasi waktu.
Kekuatan sektor ini terlihat jelas dari data Kementerian Perdagangan. Saat ini, tercatat sebanyak 169 entitas pemberi waralaba dalam negeri telah mengantongi Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW).
Bahkan, sepanjang 2024 industri waralaba nasional berhasil mencetak omzet menembus angka Rp143 triliun. Sektor produktif ini sekaligus membuktikan perannya dengan menyerap 98 ribu tenaga kerja.
Jembatan Diplomasi Dagang Menuju Panggung Global
Peluang ekspansi usaha kini tidak boleh hanya berhenti di dalam negeri. Oleh sebab itu, pelaku usaha domestik didorong berani menembus pasar mancanegara secara terukur.
Pemerintah sendiri telah menyiapkan infrastruktur pendukung diplomasi ekonomi yang lengkap. Kemendag mengoptimalkan 46 kantor perwakilan dagang di 33 negara guna mempromosikan jenama Nusantara.
Selanjutnya, fasilitasi bisnis matching rutin digelar untuk mempertemukan UMKM dengan pembeli internasional. Upaya ini berpadu dengan inisiatif campuspreneur demi melahirkan wirausahawan muda yang siap menjadi eksportir tangguh.