Berita Terkini

Produk Halal Kini Menjadi Simbol Gaya Hidup Global

Jakarta – Citra produk halal kini mengalami pergeseran makna yang luar biasa di pasar internasional. Komoditas ini tidak lagi dipandang sebatas urusan ritual keagamaan semata. Sebaliknya, pasar global kini menempatkan standar halal sebagai tolok ukur mutu dan higienitas tertinggi.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan atau Babe Haikal, menyoroti fenomena perluasan makna tersebut. Menurutnya, konsumen di negara-negara barat mulai melirik jaminan halal karena alasan kualitas.

“Kenapa halal sampai berkembang seperti ini? Karena memang halal hari ini sudah berkembang sedemikian rupa, di mana halal bukan lagi milik umat Islam semata. Halal menjadi milik semua orang, karena halal bukan hanya bicara no pork, no lard, no alcohol,” kata Babe Haikal di acara The 5th Summit of Halal 20 yang dihadiri perwakilan dari 48 negara, Jumat (18/9/2026). Dikutip dari REPUBLIKA.

Pergeseran Persepsi Halal di Mancanegara

Standar halal kini diadopsi oleh berbagai negara maju dengan perspektif kesehatan modern. Selain itu, aspek transparansi proses produksi menjadi alasan kuat di balik lonjakan minat konsumen global.

Babe Haikal memaparkan diferensiasi citra halal di berbagai kawasan dunia. Di benua biru dan negeri paman sam, standar tersebut telah naik kelas menjadi gaya hidup premium.

“Halal itu sekarang di Eropa menjadi elite food. Halal itu sekarang di Amerika menjadi symbol of health. Halal itu di Korea sekarang menjadi double clean,” ujarnya.

Oleh karena itu, BPJPH berkomitmen memperluas cakupan penjaminan mutu ke berbagai sektor vital. Regulasi jaminan ini tidak hanya membidik makanan dan minuman, tetapi juga merambah kosmetik, pakaian, obat-obatan, serta barang gunaan.

Penguatan UMKM dan Penerapan Sertifikasi Kilat

Perluasan ekosistem halal juga menjadi instrumen penting dalam melindungi ketahanan ekonomi nasional. Selanjutnya, pemerintah berupaya memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar berdaya saing tinggi.

Langkah konkret perlindungan tersebut diwujudkan melalui kebijakan sertifikasi halal secara cuma-cuma bagi pelaku usaha kecil.

“Sehingga halal betul-betul menjadi langkah dalam protect nation,” ujarnya.

“Karena dengan halal kita juga bisa melakukan protect di mana para UMKM itu akan kita berikan kemudahan-kemudahan dan ini hadiah dari Presiden Prabowo Subianto yang menggratiskan sertifikasi halal untuk para UMKM,” ujar Babe Haikal.

Selain fasilitas gratis, BPJPH menargetkan penerbitan sertifikat halal dapat rampung dalam tempo 1 x 24 jam. Sebanyak 124 ribu tenaga pendamping terlatih telah disiagakan di seluruh Indonesia guna mengawal pemberlakuan wajib halal pada Oktober 2026.

Pada akhirnya, ajang Halal 20 yang mempertemukan 48 negara diharapkan membuka keran kerja sama perdagangan yang lebih luas. Indonesia berpeluang besar memimpin rantai pasok halal dunia melalui jaminan mutu yang inklusif.

“Jadi sekarang kita bersiap untuk halal, halal bukan hanya untuk muslim saja, karena halal untuk semua orang, karena halal, halal terjamin kesehatan, kebersihan, dan terjamin segalanya,” kata Babe Haikal.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button