Berita Terkini

Marketplace MBG Harus Jadi Penggerak Utama Ekonomi Rakyat

Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) berencana meluncurkan platform marketplace khusus pengadaan bahan baku Makan Bergizi Gratis (MBG). Oleh karena itu, Komisi VII DPR RI menyambut positif inisiatif transformasi digital tersebut.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty menegaskan sistem digital ini harus memperluas pasar usaha rakyat. Selain itu, keterlibatan koperasi, petani, peternak, dan UMKM lokal wajib menjadi prioritas utama pengadaan.

​”Marketplace MBG jangan sampai hanya menjadi tempat bertemunya pembeli besar dengan pemasok besar. UMKM, koperasi, petani, dan peternak lokal harus menjadi pemain utama, bukan sekadar penonton dalam rantai pasok MBG,” tegas Evita dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (15/9).

Verifikasi Penjual Jangan Bebani Pelaku Usaha Kecil

Penerapan skema penjual terverifikasi (verified seller) dinilai penting untuk menjamin mutu komoditas dan transparansi. Namun, proses verifikasi tersebut tidak boleh menjelma menjadi beban administratif baru bagi usaha mikro.

Oleh sebab itu, BGN didorong menghadirkan pendampingan teknis secara intensif di lapangan. Langkah ini bertujuan agar pemasok lokal yang memenuhi standar mutu dapat segera terhubung ke ekosistem digital.

Selanjutnya, penyerapan bahan pangan lokal berskala besar diyakini mampu memicu efek berganda bagi perputaran modal daerah. Kebutuhan daging, telur, beras, hingga susu segar berpotensi menghidupkan roda ekonomi pedesaan.

“Jika beras dibeli dari petani lokal, telur dan ayam dari peternak setempat, serta distribusinya melibatkan koperasi dan UMKM daerah, anggaran MBG tidak hanya menghasilkan makanan bergizi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, memperkuat usaha rakyat, dan menggerakkan ekonomi daerah,” ujarnya.

Transparansi Pembayaran Jadi Kunci Keberlanjutan Pemasok Lokal

Politisi parlemen ini turut menyoroti kepastian tata kelola pencairan dana bagi para pemasok bahan pangan. Oleh karena itu, mekanisme pembayaran tepat waktu menjadi keharusan mutlak demi menjaga daya tahan permodalan.

“Jangan sampai UMKM sudah memasok barang, tetapi harus menunggu lama untuk menerima pembayaran. Bagi UMKM, arus kas (cash flow) adalah urat nadi usaha. Karena itu, sistem pembayaran harus transparan, cepat, dan memiliki batas waktu yang jelas,” tegas Evita.

Pada akhirnya, keberhasilan pengadaan digital ini bertumpu pada peningkatan kelas para pelaku ekonomi di tingkat akar rumput.

“Ukuran keberhasilan marketplace MBG bukan seberapa canggih platformnya, melainkan berapa banyak UMKM, koperasi, petani, dan peternak lokal yang berhasil masuk ke dalam rantai pasok dan naik kelas. MBG harus menjadi program pemenuhan gizi sekaligus penggerak ekonomi rakyat,” pungkasnya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button