Strategi MES Sulsel Kejar Ketimpangan Literasi Keuangan Syariah
MAKASSAR — Sebuah ketimpangan mencolok masih membayangi potensi ekonomi syariah nasional. Meskipun mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, pemanfaatan layanan keuangan berbasis syariah nyatanya masih amat minim.
Oleh karena itu, Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sulawesi Selatan menggelar Rapat Kerja 2026 dan Seminar Nasional di Kantor OJK Sulselbar pada Kamis (6/8/2026). Forum ini ditujukan untuk memacu inklusi serta memperkuat ekosistem halal regional secara berkelanjutan.
Jurang Literasi dan Inklusi Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tingkat literasi keuangan nasional sudah melampaui angka 80 persen. Namun, tingkat literasi keuangan syariah baru menyentuh angka sekitar 43 persen.
Selanjutnya, kondisi inklusi keuangan syariah justru jauh lebih memprihatinkan karena baru mencapai kisaran 13 persen. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat belum banyak memanfaatkan produk keuangan syariah.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, mengungkapkan bahwa kondisi ini merupakan tantangan besar bersama.
“Padahal mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” terangnya. Dikutip dari upeks.
Oleh sebab itu, OJK berkomitmen memperluas akses edukasi bersama para pemangku kepentingan. Selain itu, penerapan sistem keuangan ganda (dual financial system) tetap memberikan kebebasan bagi masyarakat untuk memilih layanan.
“Kami masih memiliki komitmen besar untuk terus meningkatkan edukasi keuangan syariah kepada masyarakat. Bersama seluruh pemangku kepentingan, kami akan memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah agar masyarakat semakin memahami sekaligus memanfaatkan produk dan layanan keuangan syariah,” katanya.
Inovasi dan Imbauan Persuasif Pemprov
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyoroti pentingnya terobosan program edukasi yang segar. Menurutnya, pemanfaatan pasar produk halal global harus mampu ditangkap secara optimal oleh para pelaku usaha di Sulsel.
Oleh karena itu, Gubernur mendorong MES Sulsel agar tidak ragu mengeksekusi program-program yang solutif dan inovatif.
“Literasi keuangan syariah harus menjadi kebutuhan. Buatlah program sesuai kebutuhan masyarakat. Jangan takut membuat program yang belum pernah ada contoh sebelumnya (inovasi),” katanya.
Namun, ia mengingatkan agar proses edukasi ekonomi syariah dilakukan secara inklusif dan persuasif tanpa unsur pemaksaan.
Membangun Kolaborasi Lintas Sektor
Menjawab tantangan tersebut, MES Sulsel siap memperluas jangkauan edukasi ke berbagai lini, mulai dari perguruan tinggi, sekolah, hingga organisasi keagamaan dan komunitas perempuan.
Ketua Umum Pengurus Wilayah MES Sulawesi Selatan, Nurhayati Azis, mengatakan bahwa agenda raker ini menjadi titik awal untuk memperkuat sinergi seluruh pihak.
“Alhamdulillah, seminar nasional ini kami harapkan menjadi langkah awal untuk bergerak bersama. Kami ingin membangun kolaborasi antara pemerintah, pelaku ekonomi syariah, perbankan syariah, Bank Indonesia, serta seluruh pemangku kepentingan, termasuk organisasi perangkat daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, agar bersama-sama menerapkan dan mengembangkan ekonomi syariah di Sulawesi Selatan secara berkelanjutan,” katanya.
Selanjutnya, Nurhayati menegaskan pentingnya wadah kolaborasi untuk menggerakkan seluruh potensi ekonomi daerah.
“MES hadir sebagai wadah kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, regulator, akademisi, pelaku usaha, lembaga keuangan syariah, dan masyarakat. Sinergi inilah yang menjadi kunci dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan demi mendorong kesejahteraan masyarakat serta meningkatkan daya saing daerah,” ungkapnya.
Konsolidasi Program Kerja Terukur
Di sisi lain, jajaran panitia menekankan pentingnya eksekusi program yang terarah. Ketua Panitia, Abd. Azis Bennu, menyebutkan bahwa Raker dirancang untuk menghasilkan kontribusi riil.
“Melalui rapat kerja ini kami berharap seluruh pengurus dapat menyusun program yang terukur, kolaboratif, dan berdampak, sehingga MES semakin berperan sebagai mitra strategis pemerintah, regulator, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi syariah di Sulawesi Selatan,” imbuh Azis Bennu.
Selain itu, Sekretaris Panitia, Safri Haliding, menambahkan bahwa kegiatan ini dirancang untuk melahirkan rekomendasi strategis bagi pembangunan ekonomi syariah, baik di tingkat regional maupun nasional. Pada akhirnya, sinergi yang kuat diharapkan mampu mengubah potensi besar pasar syariah Sulsel menjadi kesejahteraan riil bagi masyarakat.



