Mentan Amran Dorong Generasi Muda Jadi Pengusaha Tani

Jakarta – Keberanian menghadapi risiko serta kegagalan merupakan fondasi utama lahirnya pengusaha besar di Indonesia. Oleh karena itu, generasi muda yang ingin memenangi persaingan di sektor pertanian wajib memiliki mentalitas pantang menyerah.
Pesan krusial ini ditegaskan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menghadiri Pelantikan dan Rakernas I Pengusaha Tani Indonesia (PTI) di Jakarta. Di hadapan ratusan pengusaha muda, ia mengingatkan bahwa kerugian finansial di awal usaha bukanlah akhir dari segalanya.
“Kalau mau menjadi pengusaha, yang Anda tunggu adalah rugi dulu. Minimal lima sampai sepuluh tahun. Begitu untung, hasilnya bisa berlipat. Siap rugi berarti siap jadi konglomerat,” tegas Mentan Amran.
Mengubah Mindset Bisnis Sektor Pertanian
Menurut Amran, pengalaman pahit dalam menghadapi kegagalan justru menjadi kawah candradimuka terbaik yang tidak didapatkan di bangku kuliah. Selain itu, rasa takut rugi kerap menjadi penghambat utama anak muda dalam mengambil peluang bisnis strategis.
“Rugi itu adalah guru terbaik menuju sukses. Orang yang takut rugi tidak akan pernah menjadi pengusaha besar. Asal ada manusia takut rugi, tidak usah jadi pengusaha,” ujarnya.
Selanjutnya, Amran berusaha meluruskan persepsi keliru masyarakat yang menganggap sektor agribisnis kurang menguntungkan. Namun, mayoritas pelaku usaha papan atas nasional justru mengumpulkan pundi-pundi kekayaan dari ekosistem berbasis pertanian.
“Masalahnya bukan di sektor pertaniannya, tetapi pada mindset kita. Hampir 80 persen konglomerat Indonesia bergerak di sektor berbasis pertanian. Artinya, pertanian adalah sektor yang menjanjikan jika dikelola dengan kerja keras, inovasi, dan keberanian mengambil risiko,” katanya.
Optimalisasi Lahan dan Penguatan Karakter
Oleh karena itu, Kementerian Pertanian mendorong Pengusaha Tani Indonesia untuk menjadi motor penggerak transformasi agribisnis modern di daerah. Selain itu, pemerintah siap memfasilitasi pendampingan teknis dan pemanfaatan teknologi tepat guna demi mempercepat regenerasi petani.
“Bangunkan lahan tidur, hidupkan pemuda, hidupkan desa. Jadilah teladan. Kalau pertanian dikelola secara modern dan profesional, saya yakin akan lahir semakin banyak pengusaha besar dari sektor pertanian Indonesia,” ujar Mentan Amran.
Pada akhirnya, Amran menegaskan bahwa ketangguhan karakter tetap menjadi modal paling fundamental dalam mengarungi dinamika bisnis. Sebab, semangat yang padam dan karakter yang runtuh hanya akan menghentikan langkah calon pengusaha di tengah jalan.
“Kalau kehilangan uang, Anda tidak kehilangan apa-apa. Kalau kehilangan semangat, Anda kehilangan sesuatu. Tetapi kalau kehilangan karakter, Anda kehilangan segalanya. Karakter itulah yang akan membawa seseorang menjadi pemimpin dan pengusaha yang sukses,” pungkas Mentan Amran.



