Berita Terkini

Mendorong Generasi Muda Jadikan Halal sebagai Gaya Hidup

Bandung – Bagaimana jika label halal tidak lagi sekadar urusan fikih dapur, melainkan simbol prestise dan gaya hidup modern anak muda? Pemerintah bersiap memberlakukan tenggat wajib sertifikasi halal secara menyeluruh pada Oktober 2026 mendatang. Namun, keberhasilan agenda besar ini tidak akan terwujud tanpa keterlibatan aktif generasi milenial dan Gen Z sebagai motor penggerak utama.

Transformasi Nilai Lebih dari Sekadar Religi

Langkah strategis ini menandai pergeseran paradigma baru dalam melihat ekosistem produk ramah muslim di tanah air. Produk bersertifikat resmi kini diposisikan sebagai indikator mutu universal yang mencakup higienitas tinggi hingga keamanan konsumsi harian. Oleh karena itu, edukasi publik yang masif perlu terus digalakkan secara kolaboratif bersama berbagai lembaga keuangan swasta nasional.

Deputi Bidang Kemitraan dan Standardisasi Halal BPJPH, Abd Syakur, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor tersebut dalam acara sosialisasi UMKM di Bandung.

“Implementasi wajib halal pada Oktober 2026 bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan pelaku usaha saja, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat, khususnya generasi muda. Karena itu, halal perlu dipahami sebagai bagian dari gaya hidup yang mencerminkan kualitas, keamanan, kebersihan, kesehatan dan kepercayaan,” ujar Abd Syakur.

Strategi Digitalisasi dan Penguatan Daya Saing Global

Selain itu, penetrasi teknologi digital dinilai menjadi kunci utama untuk memperluas jangkauan literasi ke masyarakat luas. Anak muda memiliki modal sosial yang kuat berupa kreativitas tanpa batas di berbagai platform media sosial populer saat ini. Selanjutnya, keterlibatan aktif mereka diproyeksikan mampu mendongkrak reputasi komoditas lokal agar dapat bersaing di pasar internasional.

Otoritas regulasi juga mengingatkan bahwa jaminan resmi ini akan memengaruhi persepsi konsumen terhadap integritas sebuah merek dagang.

“Halal bukan sekadar logo yang tertera pada kemasan produk. Halal merupakan jaminan bahwa produk telah diproses sesuai standar sehingga memberikan rasa aman, nyaman, dan terpercaya bagi konsumen.” lanjut Deputi Syakur.

“Ketika generasi muda menjadikan halal sebagai lifestyle, mereka ikut membangun budaya sadar halal sekaligus memperkuat daya saing industri halal Indonesia,” jelasnya.

Pada akhirnya, kesiapan ekosistem industri kita akan diuji oleh seberapa konsisten anak muda mengadopsi nilai kebaikan ini. Mampukah generasi digital mengubah kepatuhan regulasi menjadi sebuah gerakan kebudayaan baru yang membanggakan?

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button