Ekonomi Syariah Jadi Penyangga Baru Saat Sektor Konvensional Lesu

Jakarta – Ketika mesin pertumbuhan ekonomi konvensional mulai kehabisan bensin akibat gejolak global, Indonesia dituntut mencari alternatif. Ekonomi syariah kini didorong naik kelas demi menopang kestabilan ekonomi nasional yang rentan.
Menepis Stigma Sektor Pelengkap
Gagasan strategis ini mengemuka kuat dalam forum Catatan Tengah Tahun Ekonomi Syariah Indonesia 2026 di Universitas Paramadina, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Forum besutan CSED INDEF ini berupaya memetakan rekomendasi kebijakan konkret menuju target Indonesia Emas 2045.
Selama ini, sektor berbasis syariah kerap diposisikan sekadar sebagai pasar khusus umat Islam. Sebaliknya, potensi besar di sektor riil seperti kuliner halal dan wisata ramah muslim belum digarap secara maksimal.
Oleh karena itu, reorientasi kebijakan mutlak diperlukan agar sektor ini menjadi pilar utama pertumbuhan baru. Sinergi lintas sektor diharapkan mampu memicu efek pengganda yang nyata bagi perekonomian masyarakat bawah.
Sinergi Ekosistem Sektor Riil
Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menegaskan bahwa ekonomi syariah harus berkembang selaras dengan sistem ekonomi nasional. Penguatan riset, literasi, serta inovasi di tingkat perguruan tinggi menjadi kunci penting.
Selain itu, integrasi antara akademisi, pelaku industri, lembaga filantropi, dan pemerintah merupakan prasyarat mutlak. Tanpa kolaborasi yang kokoh, inovasi kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat mustahil terwujud.
“Kita dorong ekonomi syariah menjadi instrumental ketika sudut-sudut ekonomi tertentu tidak bertumbuh, maka ekonomi syariah menjadi pertumbuhan baru,” ujarnya. Dikutip dari inilah.com.
Selanjutnya, langkah strategis ini dinilai mampu memperluas pemerataan kesejahteraan jika diterapkan secara konsisten. Pembangunan ekosistem yang terintegrasi secara nasional akan menjadi tumpuan di tengah volatilitas pasar global.
“Pembangunan ekosistem ekonomi syariah menambah kesejahteraan bangsa,” katanya.
Menuju Kemandirian Ekonomi Nasional
Pada akhirnya, keberhasilan transformasi ini akan diuji oleh komitmen para pemangku kebijakan dalam mengimplementasikan rekomendasi forum. Keberanian keluar dari zona nyaman ekonomi konvensional akan menentukan ketahanan fiskal Indonesia di masa depan.



