Ikhtiar Makassar Mencetak Generasi Baru Penggerak Ekonomi Kota
Makassar – Sebuah kota yang maju tidak lagi dinilai dari seberapa megah gedung pencakar langitnya, melainkan dari seberapa tangguh ekosistem kewirausahaan lokalnya melahirkan inovasi baru yang mandiri.
Pemerintah Kota Makassar mengambil langkah taktis dalam memperingati Hari Kewirausahaan Nasional Tahun 2026 dengan menyelenggarakan Ewa-Ko Fest 2026 bertajuk “Edukasi Wirausaha Kolaboratif dan Inovatif” (Makassar Entrepreneurship Festival). Berlangsung di Benteng Fort Rotterdam pada Kamis (11/6/2026), festival ini hadir bukan sekadar sebagai agenda seremonial tahunan. Agenda ini dirancang secara khusus untuk menjawab tantangan rendahnya rasio jumlah pengusaha di Indonesia dibandingkan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.
Membangun mentalitas kewirausahaan (entrepreneurship) di tingkat akar rumput membutuhkan lebih dari sekadar modal finansial; ia menuntut ruang pembelajaran berkelanjutan dan kolaborasi makro yang terintegrasi. Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar secara jeli menangkap kebutuhan ini dengan menggandeng berbagai pilar strategis, mulai dari perbankan hingga jejaring komunitas pengusaha seperti KPMI Korwil Sulsel, TDA Makassar, HIPMI Kota Makassar, hingga akademisi melalui HIPMI PT UNM.
Melalui format festival tiga hari yang mengombinasikan talkshow, seminar bisnis, workshop, hingga kompetisi kewirausahaan, Ewa-Ko Fest mencoba mendobrak sekat birokrasi tradisional. Dinas Koperasi dan UKM memposisikan diri sebagai fasilitator inkubasi bisnis. Tantangan riilnya kini adalah memastikan bahwa pertukaran gagasan antarkomunitas ini tidak berhenti saat lampu panggung festival dipadamkan, melainkan bertransformasi menjadi rantai pasok ekonomi yang konkret dan berdaya saing global.
“Hari ini, dengan begitu banyak potensi UMKM yang dimiliki Kota Makassar, ini menjadi salah satu tanda bahwa kota yang maju adalah kota yang mampu melahirkan entrepreneur-entrepreneur yang siap berkembang,” ujar Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dalam sambutannya. Dikutip dari pedomanrakyat.com
Ia menambahkan, penguatan ekosistem ini krusial terhadap stabilitas daerah: “Ketika satu UMKM berkembang, pasti ada tenaga kerja yang ikut terserap. Ini menjadi bagian penting dalam memperkuat struktur ekonomi Kota Makassar.”
Senada dengan hal itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, Arlin Ariesta, menekankan pentingnya wadah integratif ini. “Ini, sebagai wadah mempertemukan pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, komunitas, dan para pelaku UMKM untuk saling berkolaborasi membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih kuat,” jelas Arlin.
Arlin juga menegaskan orientasi jangka panjang dari festival kolaboratif ini. “Ewa-Ko Fest bukan sekadar festival, tetapi menjadi tempat bertemunya para pelaku usaha untuk bertukar ide, membangun sinergi, memperluas jaringan, dan menciptakan inovasi baru agar produk-produk UMKM Makassar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” urainya.
Pada akhir pidatonya, Munafri Arifuddin memberikan seruan optimistis bagi masa depan ekonomi kota. “Mari jadikan Ewa-Ko Fest 2026 sebagai gerakan bersama untuk memacu inovasi, menekan pengangguran, serta memperkuat ekonomi Kota melalui pemberdayaan wirausaha muda,” tutupnya.
Ewa-Ko Fest 2026 telah berhasil meletakkan batu pertama dalam penyediaan ruang tumbuh yang inklusif bagi wirausaha muda Makassar. Namun, transformasi dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja bukanlah proses instan. Sinergi lintas sektor yang telah terbentuk di Fort Rotterdam ini harus dijaga ritmenya agar tidak menjadi komoditas perayaan musiman, melainkan menjadi fondasi tangguh yang mampu melahirkan inovasi relevan demi menjawab tantangan zaman yang kian dinamis.



