IDE.IND 2025 Hadir di Sarinah: Pameran Ekraf Daerah Tampilkan Fesyen Ramah Lingkungan
JAKARTA — Pameran IDE.IND 2025 resmi dibuka di Sarinah, Jakarta, pada 12–14 Desember 2025, menghadirkan deretan jenama kreatif dari berbagai daerah yang telah mengikuti program akselerasi, pelatihan, dan pendampingan. Ajang ini menampilkan pelaku ekonomi kreatif dari subsektor seni rupa, seni pertunjukan, kuliner, kriya, fesyen, arsitektur, dan desain.
Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah Organic Culture dari Banyuwangi, Jawa Timur. Mengusung konsep fesyen berkelanjutan dengan slogan “transforming modest fashion to climate action,” jenama ini menyajikan blus, rok, luaran, aksesori, hingga produk fesyen lain yang dibuat dari kain sisa penjahit. Mereka juga memanfaatkan batik karya komunitas Tuli serta kancing berbahan plastik daur ulang yang dikumpulkan dari pantai-pantai di ujung timur Pulau Jawa.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan bahwa IDE.IND dirancang sebagai ruang kolaborasi yang membuka akses lebih luas bagi ekraf daerah.
“Kami menyelenggarakan kegiatan ini agar para pegiat ekonomi kreatif di daerah dapat menembus pasar nasional. Acara ini juga menjadi platform panggung ekraf sebagai ‘the new engine of growth’ yang dimulai dari daerah. Jadi, mari belanja dan berkolaborasi di sini,” ujarnya saat membuka pameran di Sarinah, Jumat (12/12). Dikutip dari mediaindonesia.com
Sebelum digelar di Jakarta, IDE.IND Fesyen 2025 lebih dulu berlangsung di Bandung pada 5–7 Desember, menghadirkan 20 jenama lokal terkurasi yang didorong naik kelas agar memiliki daya saing global.
Rangkaian kurasi dimulai dari sosialisasi di enam provinsi, diikuti perekrutan terbuka pada 24–31 Oktober 2025 yang menjaring 116 pendaftar. Sebanyak 40 jenama melaju ke tahap wawancara bersama tiga profesional hingga akhirnya terpilih 20 peserta bootcamp yang menerima pendampingan intensif sebelum tampil di pameran.
“Produk kita bagus, namun masih perlu ditampilkan ke publik. Kami mendorong agar jenama berani tampil dan percaya diri,” tambah Irene.