Berita

LPDB Dorong Penguatan Ekonomi Pesantren lewat Program Koperasi

YOGYAKARTA — Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi menegaskan komitmennya memperkuat ekonomi pesantren sebagai bagian dari strategi besar peningkatan kesejahteraan umat. Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Deva Rachman, menyampaikan bahwa penguatan ekonomi pesantren bukan sekadar program, melainkan agenda jangka panjang untuk mendorong kemandirian dan kemajuan ekonomi berbasis pesantren.

“Penguatan ekonomi pesantren dalam Sosialisasi dan Bimtek Koperasi Pondok Pesantren ini adalah salah satu tujuan LPDB Koperasi untuk pemberdayaan ekonomi umat. Ini bukan hanya program, tapi sebuah strategi besar,” ujar Deva dalam Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Koperasi Pondok Pesantren di Yogyakarta, Kamis. Dikutip dari antaranews.com

Ia mengingatkan bahwa jauh sebelum Indonesia merdeka, pesantren merupakan motor penggerak ekonomi masyarakat dan kini berkembang menjadi berbagai lini bisnis besar. Dengan adanya penguatan kelembagaan koperasi, LPDB berharap pesantren dapat kembali menjadi poros ekonomi lokal dan nasional.

Deva optimistis program Bimtek ini sejalan dengan visi pemerintahan Presiden RI Prabowo dan dorongan Menteri Koperasi melalui inisiatif Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, untuk memperkuat jaringan koperasi pesantren di seluruh Indonesia.

Potensi Ekonomi Pesantren

Indonesia memiliki sekitar 42.000 pondok pesantren dan 800.000 masjid, yang menurut Deva merupakan kekuatan ekonomi besar dan belum tergarap maksimal. Melalui pelatihan dan pendampingan koperasi, LPDB berupaya meningkatkan kapasitas pesantren mulai dari tahap pendirian, regulasi, hingga pemenuhan persyaratan pembiayaan.

Materi Bimtek mencakup pendalaman skema pembiayaan LPDB, pemahaman model bisnis koperasi yang relevan dan produktif, hingga tata kelola modern sesuai regulasi Kementerian Koperasi (Kemenkop). “Ini bukan hanya silaturahmi, tetapi peningkatan kapasitas pondok pesantren dalam pembentukan koperasi,” tegas Deva.

Menuju Kiblat Ekonomi Keumatan

Deva menegaskan bahwa dengan besarnya populasi Indonesia yang mencapai 40% dari penduduk ASEAN dan 88% beragama Islam, pesantren memiliki posisi strategis dalam menggerakkan ekonomi nasional. Ia mengajak seluruh pihak untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi keumatan global melalui penguatan ekosistem koperasi.

“Saya kira koperasi dan pesantren akan memberikan penguatan ekosistem. Melalui koperasi pondok pesantren serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, ini bisa menjadi kekuatan yang sangat besar,” ujarnya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button