14,66 Juta Usaha Mikro Resmi Masuk Sektor Formal Sepanjang 2025
Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencatat capaian signifikan dalam transformasi ekonomi nasional. Sepanjang 2025, sebanyak 14,66 juta pelaku usaha mikro berhasil beralih dari sektor informal ke sektor formal.
Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil konsistensi kebijakan pemerintah dalam mendorong usaha mikro agar lebih produktif, berdaya saing, serta terintegrasi dengan ekosistem ekonomi nasional.
“Selama 2025, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, Kementerian UMKM fokus memperkuat produktivitas, legalitas, pembiayaan, dan akses pasar usaha mikro. Dampaknya, jutaan pelaku usaha kini semakin terhubung dengan sistem formal,” ujar Riza di Jakarta, Rabu. Dikutip dari antaranews.com
Dari sisi standardisasi produk, Kementerian UMKM mencatat 6,5 juta produk telah mengantongi sertifikat halal, sementara lebih dari 1 juta usaha mikro berhasil memperoleh sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).
Pada aspek pembiayaan, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 11 Desember 2025 mencapai Rp257,9 triliun kepada 4,38 juta debitur. Sebanyak 60,8 persen di antaranya disalurkan ke sektor produksi, melampaui target yang ditetapkan dan berpotensi menciptakan 7,7 hingga 11,6 juta lapangan kerja.
Selain KUR, Kementerian UMKM juga mendorong perluasan pembiayaan non-KUR melalui pemanfaatan sertifikat tanah (SHAT), purchase order, invoice, hingga kekayaan intelektual sebagai agunan alternatif. Skema pembiayaan kolaboratif lintas sektor tersebut telah menjangkau ratusan pengusaha mikro di berbagai daerah.
Penguatan akses pasar juga menjadi prioritas utama. Sepanjang 2025, tercatat 2.804 usaha mikro terlibat dalam kemitraan usaha dengan nilai letter of intent (LoI) mencapai Rp29 miliar.
Keterlibatan UMKM sebagai pemasok dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut mengalami peningkatan signifikan, dengan 12.740 UMKM terlibat dan potensi penyerapan tenaga kerja hingga 2,25 juta orang.
“Kemitraan dan integrasi usaha mikro dalam rantai pasok terus meningkat dengan 6.545 penerima manfaat. Selain itu, 5.305 usaha mikro telah terhubung ke dalam 1.240 toko digital,” kata Riza.
Memasuki 2026, Kementerian UMKM menegaskan akan melakukan akselerasi kebijakan agar usaha mikro semakin naik kelas dan berkelanjutan, melalui penguatan legalitas, perluasan pembiayaan produktif, digitalisasi pemasaran, serta integrasi yang lebih kuat dalam rantai pasok nasional.



