Berita Terkini

Kemenperin Pacu Ekosistem Industri Halal Tembus Pasar Global

JAKARTA — Pasar halal dunia kini bukan lagi sekadar potensi abstrak, melainkan gelanggang persaingan strategis. Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempercepat penguatan ekosistem industri halal nasional secara komprehensif.

Langkah akselerasi ini mencakup penyediaan infrastruktur mutakhir, pembinaan sumber daya manusia, fasilitasi sertifikasi, hingga diplomasi dagang global.

Perkuat Infrastruktur dan Sertifikasi Usaha Kecil

Saat ini kapasitas pengujian halal di bawah naungan Kemenperin kian kokoh. Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) milik kementerian kini berjumlah 22 unit, dengan 15 di antaranya berkualifikasi LPH Utama berdaya jangkau nasional serta internasional.

Selain itu, Kemenperin mengoperasikan empat Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H). Fasilitas ini diperkuat lima Lembaga Pelaksana Pelatihan Halal serta tiga Lembaga Sertifikasi Profesi untuk mencetak SDM kompeten.

“Kemenperin melalui Pusat Industri Halal berkomitmen penuh untuk terus menjalankan program-program yang mampu mendukung pengembangan industri halal nasional,” tutur Agus dalam penganugerahan Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) di ICE BSD Tangerang, Banten, Kamis (24/9/2026).

Pemerintah juga memprioritaskan dukungan nyata bagi pelaku usaha kecil. Pada 2026, tercatat sebanyak 12.171 industri berhasil mendapatkan fasilitasi sertifikasi halal resmi.

Menjadikan IHYA sebagai Etalase Diplomasi Global

Selanjutnya, penguatan reputasi pelaku usaha halal terus dipacu melalui penganugerahan Indonesia Halal Industry Awards (IHYA). Ajang bergengsi yang telah berjalan enam tahun ini dirancang sebagai jembatan jejaring industri ke pasar internasional.

“IHYA bukan sekadar ajang penghargaan tahunan, melainkan sarana strategis untuk memperkuat diplomasi serta memperluas jejaring kolaborasi industri halal nasional di kancah internasional. Para penerima penghargaan IHYA diharapkan mampu tampil sebagai etalase sekaligus representasi unggulan Indonesia dalam ekosistem halal global,” tutur Menperin.

Pada edisi IHYA 2026, antusiasme peserta meningkat tajam hingga mencapai 1.091 pendaftar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 23 entitas terbaik keluar sebagai jawara. Kemenperin bahkan memperluas apresiasi dengan membuka dua kategori baru, yakni Institusi Pendidikan Tinggi serta Lembaga Pengelola Sentra IKM Pendukung Industri Terbaik.

Buka Jejaring Dagang Lewat Halal Indo 2026

Pemberdayaan sektor hilir turut diakselerasi melalui Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) 2026. Sebanyak 174 Industri Kecil dan Menengah (IKM) hasil kurasi ketat unjuk gigi memamerkan produk unggulan mereka.

Pameran edisi ketiga ini memadukan lokakarya, konsultasi publik, dan agenda temu bisnis strategis. Oleh sebab itu, pelaku industri lokal dapat terhubung langsung dengan calon mitra global.

Pada akhirnya, pameran ini terintegrasi erat dengan panggung ekspo internasional ternama, seperti KazanForum 2026, Halal Expo Canada, Mega Halal Bangkok, MIHAS Malaysia, Saudi International Halal Expo, hingga OIC Halal Expo di Istanbul. Integrasi lintas benua ini menegaskan komitmen Indonesia untuk menjadi motor utama industri halal dunia.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button