Berita Terkini

Harga Ayam dan Telur Anjlok, Pemerintah Jajaki Ekspor Singapura

Jakarta – Pasokan telur dan daging ayam di dalam negeri saat ini mengalami surplus yang cukup signifikan. Kondisi kelebihan pasokan ini berimbas langsung pada merosotnya harga kedua komoditas tersebut di tingkat pasar. Selain karena faktor produksi yang melimpah, kebijakan meliburkan sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh pemerintah turut mempersempit serapan pasar.

“Memang telur sama daging itu lagi surplus. Jadi kelebihan pasokan,” kata Budi di Jakarta, Selasa. Dikutip dari antaranews.

“Memang salah satu faktornya MBG yang diliburkan. Jadi penyerapan menjadi berkurang,” katanya.

Strategi Penyerapan Pasar Baru

Oleh karena itu, Kementerian Perdagangan kini bergerak cepat mengambil langkah taktis guna menyelamatkan peternak lokal. Pemerintah tengah aktif menjajaki peluang ekspor ke pasar potensial di Asia Tenggara, salah satunya Singapura. Langkah ini diharapkan mampu menyerap tumpukan stok yang belum terdistribusi secara maksimal di dalam negeri.

“Memang belum dapat pembeli, tapi sudah kita jajaki supaya bisa diserap di negara lain. Jadi ada kesempatan ekspor,” ujarnya.

Selanjutnya, otoritas perdagangan masih terus berupaya untuk berburu mitra dagang strategis atau pembeli di luar negeri. Setelah komitmen pembelian berhasil didapatkan, pemerintah akan langsung mempertemukan para pembeli internasional tersebut dengan produsen lokal. Proses pemetaan harga di lapangan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) juga terus dipantau secara ketat.

Tren Penurunan Bahan Pokok

Berdasarkan data pantauan terkini, penurunan harga komoditas ayam dan telur saat ini sudah berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Harga telur di pasaran merosot menjadi Rp26 ribu per kilogram dari ketentuan HET yang sebesar Rp30 ribu. Sementara itu, harga daging ayam melandai ke angka Rp36 ribu per kilogram dari batas atas Rp40 ribu.

“Jadi, kalau teman-teman lihat di (Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok) SP2KP, ya memang beberapa harga itu turun. Kemarin saya ke Banyumas, itu ada beberapa komoditas yang turun,” ucapnya.

Pada akhirnya, efektivitas penjajakan ekspor ini akan menjadi ujian penting bagi stabilitas ekosistem pangan nasional. Jika pasar ekspor gagal ditembus, peternak lokal dipastikan akan menanggung kerugian yang lebih besar akibat anjloknya harga. Keseimbangan antara produksi dalam negeri dan kepastian serapan pasar jangka panjang mutlak harus segera dibenahi.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button