Ratusan UKM Disiapkan Melantai di Bursa Efek Indonesia

Jakarta – Akses pendanaan bagi sektor usaha produktif kini kian terbuka lebar ke ranah pasar modal. Oleh karena itu, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan sekitar 200 usaha kecil dan menengah (UKM) untuk mengikuti program Go Public Academy for SMEs. Inisiatif strategis ini dirancang untuk memperkuat kesiapan manajerial para pelaku usaha dalam menghimpun permodalan publik.
Deputi Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman menjelaskan bahwa ratusan calon emiten tersebut merupakan hasil kurasi ketat. Pihaknya telah menyaring sekitar 3.300 unit usaha di seluruh tanah air untuk menemukan entitas yang paling matang secara bisnis. Selanjutnya, pemetaan ini ditujukan guna memastikan para kandidat memiliki kesiapan tata kelola untuk bertransformasi menjadi perusahaan terbuka.
Selain itu, kementerian menggandeng perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) demi memuluskan rencana penawaran umum perdana saham. Bank Mandiri, BRI, dan BNI melalui anak usaha sekuritas masing-masing didorong aktif mendampingi penyusunan prospektus para pelaku usaha. Bagus berharap 200 perusahaan binaan ini dapat menjadi preseden sukses bagi unit usaha lain yang ingin menembus lantai bursa.
Realisasi Permodalan Rp2 Triliun di Papan Akselerasi
Peluang ekspansi melalui pasar modal sejatinya telah terbukti memberikan dampak finansial yang nyata bagi bisnis rintisan. Bagus memaparkan saat ini sudah ada 42 emiten kategori UKM yang tercatat aktif melantai di Papan Akselerasi BEI.
“42 perusahaan yang sudah tercatat ini bisa mendapatkan pembiayaan, permodalan dari investor itu totalnya Rp2 triliun. Jadi ini sangat bagus sekali,” ucap Bagus.
Bahkan, performa sejumlah emiten skala kecil tersebut berhasil melesat melampaui papan pencatatan awal. Satu perusahaan tercatat telah naik kelas ke Papan Pengembangan, sementara sekitar delapan perusahaan lainnya sukses menembus Papan Utama BEI. Oleh sebab itu, pasar modal terbukti menjadi instrumen efektif untuk meningkatkan kapasitas bisnis domestik secara berkelanjutan.
Program Go Public Academy for SMEs sendiri merupakan fase lanjutan dari sinergi program RISE To IPO yang telah bergulir sejak 2025. Kolaborasi berkelanjutan ini memastikan pendampingan teknis berjalan konsisten dari hulu ke hilir.
Penguatan Fundamental dan Transparansi Menuju IPO
Pasar modal Indonesia kini menawarkan basis likuiditas yang sangat masif bagi pertumbuhan dunia usaha. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menegaskan instrumen bursa merupakan solusi ideal bagi korporasi yang memerlukan pembiayaan berskala besar. Saat ini pasar saham nasional telah ditopang oleh 33,4 juta investor dengan total 962 emiten tercatat.
Melalui kurikulum Go Public Academy for SMEs, para pelaku usaha akan menerima pendampingan komprehensif. Materi pembinaan difokuskan pada penguatan fundamental operasional, kepatuhan tata kelola (good governance), serta transparansi laporan keuangan.
Pada akhirnya, pemahaman mendalam mengenai seluruh tahapan initial public offering (IPO) diharapkan dapat mencetak emiten baru yang berkualitas tinggi. Sinergi ini membuka babak baru bagi pengusaha lokal untuk merekrut modal publik secara akuntabel dan berdaya saing tinggi.



