Berita Terkini

Kemendag Pacu Mahasiswa IPB Jadi Eksportir Agribisnis Global

Jakarta – Perguruan tinggi kini diposisikan sebagai rahim strategis lahirnya para eksportir muda baru. Oleh karena itu, Kementerian Perdagangan mengajak mahasiswa IPB University Bogor untuk merintis usaha berdaya saing global sejak dini.

Langkah ini direalisasikan lewat Kuliah Umum dan Lokakarya Pengembangan Ekspor Produk Agribisnis di Auditorium Kemendag, Jakarta. Forum ini dihadiri oleh 185 mahasiswa serta dosen Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Johni Martha, menegaskan komitmen penuh pemerintah dalam mengawal inkubasi bisnis kampus. Pemerintah siap memfasilitasi peningkatan standar kemasan hingga temu mitra dagang.

“Melalui Campuspreneur, Kemendag ingin mendorong mahasiswa untuk mengembangkan ide dan potensi bisnis sejak di bangku kuliah. Kami mendukung proses tersebut, mulai dari peningkatan kualitas produk, pengemasan, dan branding, hingga membantu menghubungkan produk dengan calon buyer dan pasar ekspor,” ujar Johni.

Peluang Nyata Campuspreneur dan Transaksi Pasar Dunia

Keberhasilan program terobosan ini sudah terbukti memberi dampak komersial konkret di lapangan. Pada ajang Trade Expo Indonesia ke-41 di ICE BSD City, sebanyak 25 UKM kampus mencatatkan potensi transaksi bernilai USD 24,57 juta.

Sebagian besar transaksi tersebut, atau sekitar USD 21,46 juta, telah ditindaklanjuti lewat nota kesepahaman tertulis. Program ini terintegrasi erat dengan pilar prioritas nasional bertajuk Dari Lokal untuk Global.

Selain itu, penetrasi komoditas agribisnis didukung oleh perluasan payung kerja sama diplomasi internasional. Indonesia saat ini telah mengantongi 25 perjanjian dagang aktif, dua tahap ratifikasi, serta 13 kesepakatan perundingan.

“Peluang tersebut perlu diikuti kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi standar, menjaga kualitas, dan memahami ketentuan pasar tujuan. Mahasiswa yang mulai membangun usaha perlu melihat peluang pasar global sejak awal dan mempersiapkan produknya agar mampu bersaing,” tambah Johni.

Kolaborasi Hulu Hilir bagi Talenta Muda Kampus

Ketua Program Studi Doktor Sains Agribisnis IPB University, Bayu Krisnamurthi, menyambut baik keterbukaan akses pengetahuan dari kementerian. Menurutnya, pemahaman lapangan langsung menjadi modal penting di luar ruang kuliah teori.

“Kami berterima kasih kepada Kemendag dan para narasumber atas kesediaannya berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan mahasiswa. Kesempatan untuk hadir langsung di Kemendag menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk memperkaya wawasan dan mengenal lebih dekat dunia perdagangan,” ujar Bayu.

Selanjutnya, Direktur Bina Pasar Miftah Farid mengingatkan pentingnya hilirisasi nilai tambah komoditas unggulan seperti kopi dan kakao. Sebaliknya, Pendiri PT Nusa Tropical Indonesia, Pekik Warnendya, menekankan penguasaan data pasar digital perwakilan dagang luar negeri.

“Mahasiswa juga dapat memanfaatkan media sosial Perwakilan Perdagangan Indonesia di luar negeri untuk mengakses market intelligence, market brief, dan market inquiry. Informasi tersebut dapat menjadi bekal bagi generasi muda, khususnya Gen Z, untuk mengenali peluang pasar dan mengembangkan usaha hingga menjadi eksportir,” ungkapnya.

Pada akhirnya, paparan praktis ini langsung memantik kesiapan mahasiswa seperti Adibyo Astawan dan Najwa Rinjamain Fauziah untuk mematangkan rantai niaga. Pembekalan hulu-hilir tersebut memastikan sarjana agribisnis siap menjadi motor penggerak ekspor nasional masa depan.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button