WCCE ke-5 Resmi Ditutup, Lahirkan Kesepakatan Jakarta Vision
Jakarta – Panggung diplomasi ekonomi kreatif global resmi mencatatkan sejarah baru di Indonesia. Oleh karena itu, Kementerian Ekonomi Kreatif menutup perhelatan World Conference on Creative Economy (WCCE) ke-5 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Ajang prestisius ini mempertemukan perwakilan dari 82 negara serta tujuh organisasi internasional terkemuka. Selain itu, forum internasional dihadiri 38 kepala delegasi, 183 pembicara dan moderator, serta 7.639 peserta.
Secara bersamaan, pameran Creative Village di SCBD sukses menyedot lebih dari 20 ribu pengunjung. Penyelenggaraan tahun ini tercatat sebagai edisi terbesar sepanjang sejarah konferensi berlangsung.
Prioritas Jakarta Vision Menuju Panggung PBB
Tonggak utama WCCE 2026 ditandai dengan pengesahan dokumen Jakarta Vision on Creative Economy. Kesepakatan ini dirumuskan lewat konsultasi intensif sejak April 2026 bersama 42 negara mitra.
Dokumen strategis tersebut memuat empat pilar prioritas pembangunan ekosistem dunia. Pilar itu mencakup infrastruktur digital, kolaborasi kreator berkelanjutan, perlindungan hak cipta, serta remunerasi dan pembiayaan berkeadilan.
Selanjutnya, pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri siap mengawal kesepakatan ini ke Majelis Umum PBB. Langkah diplomatik ini ditujukan untuk memperkuat resolusi pembangunan global pasca-2030.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan arah misi internasional tersebut.
“Harapannya, Ekonomi Kreatif semakin mendapat posisi strategis dalam agenda Pembangunan Global pasca SDGs 2030. Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan Ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth,” kata Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya.
Peluncuran Inisiatif Data dan Estafet Skotlandia
Kementerian Ekraf turut merilis tiga program strategis nasional selama perhelatan berlangsung. Program tersebut mencakup Creative Economy Data Model bersama WIPO serta rilis Indonesia Creative Economy Outlook 2026–2027.
Selain itu, peluncuran Creative Academy terwujud lewat sinergi bersama komunitas ICCN dan 30 perguruan tinggi. Sementara itu, agenda Creative Village terus berlanjut hingga 25 Oktober merayakan Hari Ekonomi Kreatif Nasional.
Pada akhirnya, tongkat estafet forum internasional ini resmi diserahkan ke Benua Eropa. Pertemuan WCCE 2028 dijadwalkan berlangsung di Glasgow, Skotlandia, guna menjaga kontinuitas mesin baru ekonomi dunia.
