KKP Kembangkan Budidaya Mini RAS Perkuat Pangan Nasional
Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meninjau mockup Program Budi Daya Tematik berbasis Mini RAS di Kota Depok, Jawa Barat. Oleh karena itu, langkah strategis ini diambil guna memastikan efektivitas sistem perikanan modern ramah lingkungan.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meninjau langsung fasilitas tersebut bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan pada Selasa (15/9). Selain itu, teknologi ini diproyeksikan menjadi pilar penting ketahanan pangan nasional.
Menteri Trenggono menegaskan bahwa pemodelan Mini RAS merupakan strategi jangka panjang membangun ekosistem rantai pasok desa. Namun, implementasinya membutuhkan keterlibatan aktif industri pendukung hulu hingga hilir.
“Membangun Mini RAS adalah sebuah terobosan. Kita akan bangun di setiap desa, ada 40.000 titik kurang lebih se-Indonesia sampai tahun 2029, dan secara ekosistem dia akan membentuk mata rantai industri. Mulai dari benih, pakan, pengolahan, dan seterusnya,” ujar Menteri Trenggono usai lakukan peninjauan.
“Jadi mestinya ini adalah sebuah peluang, gitu ya. Maka pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan membangun modelling yang seperti ini, tapi sekaligus juga menyambut untuk supaya industri pendukungnya ini berjalan,” tambahnya.
Uji Desain dan Keekonomian Sebelum Diterapkan Masif
Penerapan teknologi budidaya darat ini menjadi agenda baru di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Oleh sebab itu, tahapan purwarupa disiapkan secara matang agar model bisnis berjalan optimal.
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP Tb Haeru Rahayu menyatakan uji coba mock-up menjadi penentu kelayakan teknis lapangan. Sebaliknya, perhitungan ekonomi terus diperbaiki sebelum ekspansi ke puluhan ribu titik.
“Mock-up ini menjadi langkah awal untuk memastikan program 40 ribu titik se-Indonesia hingga 2029 dapat berjalan sesuai yang direncanakan. Dari sini desain dan perhitungan keekonomiannya terus disempurnakan sebelum diterapkan secara lebih luas,” ujar Tebe.
Verifikasi Desa Kunci Keberhasilan Target Titik Budidaya
Pemerintah menargetkan pembangunan pada 4.000 titik budidaya di Pulau Jawa dan Lampung sepanjang 2026. Selanjutnya, eksekusi fisik program akan dibagi ke dalam dua tahap pelaksanaan.
KKP telah menuntaskan verifikasi awal terhadap 5.051 desa di enam provinsi strategis. Hasilnya, sebanyak 1.454 desa terkonfirmasi siap memulai pembangunan fisik perikanan darat.
Sementara itu, ribuan desa lainnya masih menjalani penyesuaian teknis dan telaah menyeluruh. Pada akhirnya, evaluasi ketat tetap dijalankan agar seluruh titik budidaya memenuhi standar keberlanjutan.



