Berita Terkini

Menkop UMKM Pacu Ekosistem Wirausaha Lewat BWU Sulsel

Makassar – Kementerian UMKM menggelar Bursa Wirausaha Unggulan (BWU) Sulawesi Selatan 2026 di Universitas Hasanuddin, Makassar. Oleh karena itu, ajang ini dirancang untuk memperkuat ekosistem usaha rakyat daerah secara berkelanjutan.

Forum strategis ini mempertemukan pelaku usaha dengan inkubator, perbankan, BUMN, hingga mitra pasar. Selain itu, pemerintah menargetkan rasio kewirausahaan nasional mencapai 3,6 persen pada 2029 dan 8 persen pada 2045.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menekankan pentingnya membangun kewirausahaan melalui kerja sama terpadu. Namun, agenda inkubasi bisnis tidak boleh hanya berhenti pada taraf seremonial semata.

“Kewirausahaan menjadi pilihan strategis untuk menciptakan solusi, menghasilkan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan perekonomian. Inilah makna tema ‘Berani Memulai, Terus Bertumbuh, Siap Berdampak’,” ujar Maman dalam arahannya pada BWU Sulawesi Selatan 2026.

Integrasi Platform SAPA UMKM dan Kolaborasi Pentahelix

Pemerintah telah mengesahkan Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 sebagai payung hukum kolaborasi kewirausahaan nasional. Selanjutnya, Kementerian UMKM meluncurkan platform SAPA UMKM untuk memperluas akses legalitas, sertifikasi, hingga pembiayaan.

Maman menegaskan bahwa perguruan tinggi dan lembaga pembiayaan memegang andil vital dalam rantai pasok usaha. Oleh sebab itu, pendampingan intensif harus terus berlanjut setelah masa pelatihan selesai.

“Pemerintah tidak dapat membangun ekosistem tersebut sendirian. Perguruan tinggi harus menghubungkan riset dan inovasi dengan kebutuhan pasar. Lembaga pembiayaan perlu menyediakan skema sesuai kebutuhan dan tahapan usaha. Dunia usaha harus membuka rantai pasok dan kemitraan. Lembaga inkubator dan pendamping harus memastikan wirausaha tidak berjalan sendirian setelah pelatihan berakhir,” tegasnya.

Perhelatan di Kampus Unhas ini turut menggandeng 31 lembaga mitra lintas sektor. Selain itu, Kementerian UMKM menandatangani nota kesepahaman bersama Kementerian Pariwisata untuk memperkuat kapasitas wirausaha sektor wisata.

Realisasi KUR Tembus Triliunan Rupiah Perkuat Produksi

Agenda BWU Sulsel menghelat akad massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi 400 pelaku usaha. Sebaliknya, penyaluran modal tersebut disokong oleh lima lembaga perbankan serta pembiayaan syariah terkemuka.

Realisasi KUR nasional tahun 2026 tercatat telah menembus angka Rp221 triliun bagi 3,44 juta debitur. Bahkan, serapan sektor produksi nasional mendominasi hingga 65,5 persen atau senilai Rp145 triliun.

Khusus wilayah Sulawesi Selatan, serapan pembiayaan KUR telah menyentuh Rp12,53 triliun untuk 189 ribu pelaku usaha. Oleh karena itu, porsi sektor produksi daerah yang mencapai 73 persen membutuhkan pendampingan bisnis yang konsisten.

Sebanyak delapan wirausaha terpilih turut mempresentasikan model bisnis di hadapan para pemodal ventura. Pada akhirnya, peningkatan skala usaha menjadi kunci utama pembukaan lapangan kerja baru.

“Wirausaha yang kita lahirkan harus kita dorong menjadi pengusaha yang siap bersaing di pasar, mampu mengakses pembiayaan, meningkatkan skala usaha, yang pada akhirnya menciptakan lapangan kerja dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia,” pungkas Maman.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button