Berita Terkini

Trusted Data Jadi Fondasi Utama Ekonomi Indonesia

Tenaga Ahli Menteri ESDM Satya Hangga Yudha Widya Putra menilai data tepercaya (trusted data) menjadi fondasi penting bagi perkuatan ekonomi Indonesia. Langkah ini sangat strategis untuk memperkuat posisi perekonomian nasional di tengah dinamika perubahan global saat ini.

Indonesia memiliki peluang besar untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. Namun demikian, peluang tersebut memerlukan dukungan penguatan pada tiga pilar utama, yaitu sektor energi, investasi, serta daya saing.

“Peluang tersebut membutuhkan penguatan pada tiga pilar utama yakni energi, investasi, dan daya saing,” katanya. Dikutip dari ANTARANEWS.

Tiga Pilar Utama Berbasis Data Terintegrasi

Saat menjadi pembicara kunci “CRIF Forum Indonesia 2026” di Jakarta, Kamis (20/8/2026), Hangga mengatakan ketiga pilar tersebut memiliki satu fondasi yang sama, yaitu trusted data. Kehadiran data yang valid menjadi kunci utama dalam pengelolaan risiko bisnis modern.

Oleh karena itu, penyediaan data tepercaya sangat dibutuhkan oleh seluruh pemangku kepentingan. Integrasi data ini akan mengoptimalkan pembiayaan berkelanjutan serta agenda Environmental, Social, and Governance (ESG).

“Data yang akurat, terintegrasi, dan dapat diverifikasi diperlukan untuk memperkuat pengambilan keputusan, pengelolaan risiko, investasi, pembiayaan berkelanjutan, hingga agenda ESG,” sebutnya.

Pentingnya Kepercayaan dalam Kerja Sama Perdagangan

Saat ministerial remarks dalam forum yang sama, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri juga menekankan kepercayaan atau trust merupakan fondasi penting dalam membangun hubungan dan kerja sama perdagangan. Kredibilitas informasi menjadi kunci utama akselerasi pasar.

Selanjutnya, kepercayaan tersebut perlu didukung oleh informasi dan data yang kredibel. Hal ini bertujuan agar pemerintah maupun pelaku usaha dapat mengambil keputusan secara lebih tepat, membangun kemitraan yang kuat, serta meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.

Hangga menambahkan pilar energi dibutuhkan sebagai fondasi aktivitas ekonomi dan industri.

“Indonesia perlu menjaga ketahanan energi sekaligus mempercepat pengembangan energi bersih dengan memanfaatkan potensi sumber daya nasional,” jelasnya.

Memperkuat Daya Saing dan Ketahanan Bisnis

Pilar investasi diperlukan untuk membiayai transisi energi dan pengembangan industri melalui ekosistem yang transparan, stabil, dan memberikan kepastian bagi investor. Selain itu, pilar daya saing perlu diperkuat melalui peningkatan produktivitas, perbaikan regulasi, akses pembiayaan, serta keselarasan dengan standar global.

Sementara itu, Country Manager CRIF Indonesia Bimar Antariksa menekankan semakin kompleksnya lingkungan bisnis membuat kebutuhan terhadap data yang akurat dan terpercaya semakin penting untuk menghasilkan keputusan yang tepat.

Pada akhirnya, sinergi antara data akurat dan regulasi yang tepat akan menjadi benteng utama perekonomian nasional.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button