Pikat Pengusaha APINDO, Wali Kota Makassar Beberkan Modal Investasi

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjadi pembicara dalam Business Investment Forum di Hotel Claro Makassar, Senin (3/8/2026). Forum nasional bertajuk “Ketahanan Nasional: Pengusaha Indonesia di Tengah Fragmentasi Global” ini merupakan bagian dari Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakornas) XXXV Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) 2026.
Acara bergengsi tersebut dihadiri pengurus APINDO seluruh Indonesia dan dibuka resmi oleh Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, M. Jusuf Kalla. Selain Munafri, forum tersebut menghadirkan jajaran pejabat daerah dan perwakilan APINDO.
Tiga Alasan Utama Daya Tarik Makassar
Di hadapan para investor, pria yang akrab disapa Appi ini membeberkan keunggulan Kota Makassar. Ia menegaskan tiga alasan utama mengapa Makassar layak menjadi tujuan investasi, yakni posisi geografis strategis, pertumbuhan ekonomi yang stabil, serta tata kelola pemerintahan berbasis Smart City.
“Kenapa Makassar? Kami memiliki beberapa alasan, tetapi saya menampilkan tiga alasan utama. Yang pertama adalah Makassar dengan lokasi yang sangat strategis, dengan ekonomi yang terus tumbuh dan berkembang, dan menjadi kota yang sangat ramah terhadap investasi yang menerapkan sistem pemerintahan berbasis Smart City,” jelasnya. Dikutip dari rakyatsulsel.
Posisi Makassar kian krusial karena berada di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II. Jalur ini menghubungkan aktivitas ekonomi lintas negara dari Australia hingga Asia. Oleh karena itu, Makassar kokoh sebagai hub pergerakan barang, jasa, dan tenaga kerja di Indonesia Timur.
Fasilitas Logistik dan Keunggulan Infrastruktur
Appi menekankan pentingnya investasi bagi Makassar karena kota ini tidak memiliki kekayaan sumber daya alam. Oleh sebab itu, Pemerintah Kota Makassar menjamin kemudahan izin, kemitraan yang ramah, serta kepastian bagi para pemodal.
“Dan mungkin satu-satunya yang ada di Sulawesi Selatan, kota yang punya dua alur penghubung ekonomi, yaitu Pelabuhan Internasional dan Bandara Internasional, yang mampu menghubungkan proses barang dan jasa langsung to tujuan ekspor dan impor,” ujarnya.
Setelah sempat mengencang akibat koreksi pada 2024, realisasi investasi Makassar bangkit kembali pada 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh lonjakan penanaman modal dalam negeri serta pemodal asing (Foreign Direct Investment/FDI). Saat ini, lima negara penanam modal terbesar di Makassar adalah Malaysia, Singapura, Hong Kong, China, dan Jepang.
Peluang Proyek Baru dan Sentra Industri
Selain sektor perdagangan, Pemkot Makassar menawarkan proyek strategis baru. Pada sektor pariwisata, kawasan sports tourism di Untia mulai dikembangkan melalui pembangunan stadion sepak bola. Selanjutnya, gugusan Kepulauan Spermonde disiapkan menjadi destinasi wisata maritim unggulan.
Sementara itu, pada sektor industri, Kawasan Industri Makassar (KIMA) menunjukkan tingkat okupansi lebih dari 90 persen. Kawasan ini menjadi pusat hilirisasi komoditas daerah seperti kopi dan hasil perikanan.
“Ini memberikan gambaran bahwa Kota Makassar, kami siap untuk menerima investasi bersama-sama dengan supporting infrastruktur yang dimiliki oleh kota ini,” tegasnya.
Dukungan ekosistem perikanan, pertanian, industri pengolahan, serta hadirnya perguruan tinggi seperti Universitas Hasanuddin makin memperkuat iklim riset dan investasi. Mengakhiri sesi, Appi menyelipkan ajakan hangat kepada para peserta forum.
“Makassar terkenal dengan kuliner yang sangat nikmat. Jadi kalau di Makassar, peraturannya: dilarang diet,” tutupnya.



