Berita Terkini

Menuju Episentrum Global: Indonesia Siapkan Pameran Halal Indo 2026

Jakarta – Indonesia memiliki potensi besar untuk bertransformasi menjadi pusat industri halal dunia yang dominan. Status sebagai negara dengan populasi muslim terbesar menjadi modal awal yang sangat kuat. Selain itu, kinerja ekspor produk halal, terutama pada sektor fesyen, telah membuktikan taji besarnya dengan menembus angka USD 8,28 miliar pada tahun 2024.

Ambisi Masif Kemenperin di ICE BSD

Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia mengambil langkah strategis yang konkret. Melalui kolaborasi erat bersama Dyandra Promosindo, pemerintah bersiap untuk kembali menyelenggarakan Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo 2026). Ajang bertaraf internasional ini dipastikan akan hadir jauh lebih masif serta ekspansif guna merespons pertumbuhan pasar global.

Pameran industri halal internasional ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 24–27 September 2026 bertempat di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang.

Selanjutnya, langkah perluasan area pameran secara signifikan diambil demi menampung antusiasme yang melonjak. Jika pada edisi sebelumnya hanya memanfaatkan dua area utama, kali ini pameran diperluas dengan menempati tiga hall sekaligus di ICE BSD City dengan total luas mencapai 19.110 meter persegi. Perluasan ini sejalan dengan target untuk menghadirkan lebih dari 500 eksibitor serta menarik lebih dari 30.000 pengunjung dari berbagai negara.

Melanjutkan momentum positif tahun sebelumnya, Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, menyampaikan optimismenya terhadap penyelenggaraan Halal Indo 2026 dengan menghadirkan berbagai sektor unggulan serta memperkuat kolaborasi lintas industri, pameran ini diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekosistem halal nasional yang lebih terintegrasi dan berdaya saing global.

“Kami ingin menghadirkan Halal Indo 2026 lebih dari sekadar pameran, tetapi sebagai sebuah ekosistem yang mempertemukan pelaku industri, investor, buyers internasional, regulator, dan komunitas dalam satu wadah kolaborasi yang produktif dan interaktif. Melalui kehadiran berbagai sektor unggulan, mulai dari makanan dan minuman, fesyen, kosmetik, kesehatan dan farmasi, hingga pendidikan, pariwisata, dan hospitality, kami optimistis Halal Indo dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat industri halal dunia,” tutur Daswar. Dikutip dari topbusiness.

Potensi Triliunan Dolar dan Dukungan Nyata

Selain itu, konsumsi masyarakat muslim dunia pada enam sektor utama ekonomi syariah tercatat sangat menjanjikan. Sektor tersebut meliputi makanan dan minuman, farmasi, kosmetik, modest fashion, pariwisata ramah muslim, serta media dan ekonomi kreatif. Nilai konsumsi tersebut mencapai USD 2,43 triliun pada tahun 2023 dan diproyeksikan meningkat menjadi USD 3,36 triliun pada tahun 2028.

Besarnya potensi pasar global tersebut menjadi peluang strategis yang harus dimanfaatkan Indonesia secara optimal. Kemenperin berkomitmen penuh untuk memfasilitasi para pelaku usaha domestik agar dapat bersaing di kancah internasional. Kehadiran Paviliun Kementerian Perindustrian pada Halal Indo 2026 nantinya akan mencakup berbagai layanan publik, workshop, coaching clinic, hingga Indonesian Halal Industry Awards (IHYA) 2026.

Dalam kesempatan ini juga, turut hadir Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Faisol Riza. Dalam sambutannya, Faisol Riza menegaskan bahwa prospek industri halal global terus menunjukkan pertumbuhan yang sangat menjanjikan.

“Kita percaya bahwa Indonesia sebagai negara muslim terbesar dapat memanfaatkan peluang menjanjikan di industri halal. Pengembangan industri halal juga menunjukkan tren positif dengan semakin bertambahnya produk-produk bersertifikasi halal yang mencapai 5 minggu produk. Hal ini menumbuhkan tingkat kepercayaan konsumen terhadap produk dan industri halal semakin meningkat, dan dapat membuat pondasi industri halal semakin kuat dan berdaya saing global. Apalagi dalam 3 tahun terakhir, Halal Indo sudah bisa bersaing dengan halal expo di negara-negara lain. Saya berharap penyelenggaraan Halal Indo di tahun ini dapat melampaui apa yang sudah dicapai pada tahun sebelumnya,” tutup Faisol Riza.

Pada akhirnya, kesuksesan Halal Indo 2026 akan menjadi batu pijakan penting bagi kedaulatan industri dalam negeri. Sinergi antara kebijakan pemerintah dan kesiapan pelaku usaha menjadi penentu utama agar Indonesia tidak sekadar menjadi pasar. Sebaliknya, label halal lokal harus bertransformasi menjadi penggerak utama ekspor nonmigas nasional di masa depan.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button