Teknologi BZone Dorong Efisiensi Logistik Real-Time Mattel Indonesia

Jakarta – Kepatuhan regulasi kepabeanan sering kali menjadi momok yang memperlambat arus logistik perusahaan manufaktur multinasional. Namun, PT Mattel Indonesia mengambil langkah taktis dengan mengimplementasikan BZone, platform Bonded Zone IT Inventory terpadu. Langkah ini diambil untuk menyatukan manajemen kawasan berikat, operasional logistik, dan pengelolaan inventori dalam satu ekosistem digital.
Oleh karena itu, integrasi ini dirancang demi mendongkrak efektivitas operasional sekaligus memperkuat akurasi data kepatuhan. Selain itu, sistem inovatif tersebut kini telah terhubung langsung dengan platform CEISA 4.0 milik Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Kehadiran BZone menjadi jawaban krusial bagi korporasi yang memanfaatkan fasilitas Kawasan Berikat, Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), hingga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Tuntutan Integrasi Regulasi Real-Time
Perubahan pendekatan pengawasan kepabeanan yang kian terdigitalisasi menuntut adaptasi hulu ke hilir yang instan. Chief Executive Officer (CEO) PT Eka Reka Palakerti Indonesia, Anang Ind Pratama, mengatakan kebutuhan industri manufaktur saat ini tidak lagi terbatas pada digitalisasi proses, tetapi juga integrasi antara operasional dan kepatuhan terhadap regulasi.
“Perusahaan manufaktur, khususnya yang beroperasi di kawasan berikat, membutuhkan sistem yang tidak hanya mampu memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga mengintegrasikan proses operasional secara menyeluruh. BZone kami kembangkan untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui otomatisasi proses, dan terintegrasi dengan sistem pemerintah sehingga perusahaan dapat meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga kepatuhan,” ujar Anang dalam keterangan tertulis, Rabu (8/7/2026). Dikutip dari detik.com
Selanjutnya, ketidaksesuaian pelaporan data harian berisiko tinggi membekukan rantai pasok logistik global. “Transformasi digital di sektor manufaktur saat ini juga didorong oleh perubahan regulasi. Bagi perusahaan manufaktur berorientasi ekspor, kepatuhan bukan lagi sekadar memenuhi regulasi, tetapi menjadi fondasi kelangsungan bisnis karena ketidaksesuaian data maupun pelaporan dapat menghambat proses logistik, memperlambat arus barang, hingga mempengaruhi kelancaran operasional perusahaan. Implementasi BZone di Mattel Indonesia menunjukkan bahwa solusi teknologi yang dikembangkan di Indonesia mampu memenuhi standar operasional dan kepatuhan yang dibutuhkan perusahaan manufaktur global,” tambahnya.
Fleksibilitas Sistem Hadapi Regulasi Masa Depan
Di sisi lain, kolaborasi strategis ini menandai perluasan portofolio lokal yang signifikan di sektor ekspor-impor. Chief Commercial Officer (CCO) PT Eka Reka Palakerti Indonesia, Contardo Satria Gondokusumo, menjelaskan bahwa implementasi BZone di Mattel Indonesia menjadi tonggak penting dalam perluasan portofolio ERP Indonesia di sektor manufaktur berorientasi ekspor.
Setelah delapan tahun mendukung digitalisasi industri domestik, sistem IT Inventory BZone disiapkan dengan fleksibilitas tinggi. Pihak pengembang memastikan platform ini akan terus ditingkatkan secara bertahap guna menyatukan departemen logistik dengan ekspor-impor. Pada akhirnya, ketangguhan teknologi lokal ini diharapkan mampu menjamin setiap dokumentasi transaksi berjalan presisi, transparan, serta adaptif terhadap hukum kepabeanan masa depan.



