Profil Usaha

Modal Lima Puluh Ribu Hingga Sedekah Sepuluh Juta Per Hari

Siapa sangka, salah satu penghuni kawasan elit Pondok Indah, H. Muhammad Fitno, mengawali perjalanannya di Jakarta dengan sangat nekat. Pada tahun 1995, ia merantau dari Pangkal Pinang hanya membawa uang Rp50.000 di saku celananya.

Uang sekecil itu tentu bukan modal bisnis, melainkan hanya penyambung hidup untuk beberapa hari. Namun, bagi pria yang akrab disapa H. Fitno ini, modal paling besar sebenarnya adalah kemauan untuk bekerja apa saja asal halal.

Karier H Muhammad Fitno dari Telemarketing ke Raja Menara

Kariernya dimulai dari bawah sebagai seorang telemarketing. Pekerjaan ini melatihnya menjadi pribadi yang ulet dan tidak takut ditolak. Berkat kegigihannya, ia mulai memahami celah di industri telekomunikasi yang kemudian membawanya mendirikan PT MAC Sarana Djaya.

Perusahaannya fokus pada penyediaan infrastruktur penguat sinyal di dalam gedung-gedung besar. Bisnis ini meledak karena kebutuhan akan sinyal yang stabil di gedung tinggi meningkat tajam. Dari sini, bisnisnya meluas ke sektor properti dan perhotelan.

Saat ditanya mengenai titik baliknya, Fitno pernah berujar dalam sebuah wawancara:

“Jangan pernah meremehkan pekerjaan sekecil apa pun. Saya dulu mulai dari telemarketing, menelepon orang satu per satu. Kuncinya cuma satu: fokus dan jangan pernah menyerah pada penolakan.”

Keajaiban di Balik Rutinitas Sedekah

Namun, yang membuat nama H. Fitno menonjol bukan hanya hartanya, melainkan kedermawanannya. Ia memiliki kebiasaan luar biasa, yakni bersedekah hingga Rp10 juta setiap hari. Banyak orang bertanya-tanya mengapa ia begitu berani melepas uang sebanyak itu secara rutin.

Mengenai hal ini, beliau pernah menjelaskan filosofinya dengan sangat sederhana:

“Sedekah itu tidak akan membuat kita miskin. Justru dengan memberi, Allah akan menjaga harta kita. Saya tidak takut kehilangan uang, saya lebih takut kehilangan keberkahan dalam bisnis saya.”

Kisah H. Fitno adalah bukti bahwa integritas dan spiritualitas bisa berjalan beriringan dengan kesuksesan finansial. Ia tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga mengejar manfaat bagi orang banyak.

Baginya, menjadi pengusaha berarti memiliki tanggung jawab sosial yang besar. Untuk para pemula, pesannya jelas: jangan takut memulai dari bawah dan jangan pelit saat sudah di atas. Kombinasi kerja keras dan kemurahan hati adalah strategi bisnis terbaik yang pernah ada.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button