Ruang Inspirasi

Berani Tinggalkan Haram, Allah Ganti Rezeki Bertubi-tubi dari Jalan Lain

Kisah Inspiratif Owner Ciomy

Dalam dunia bisnis, banyak orang percaya bahwa kesuksesan hanya ditentukan oleh strategi, modal besar, dan jaringan luas. Namun, ada satu hal yang sering dilupakan: keberkahan rezeki. Kisah inspiratif dari perjalanan bisnis Ciomy (Cuanki Instan) ini menjadi bukti nyata bahwa ketika seseorang berani meninggalkan yang haram, Allah mampu menggantinya dengan rezeki yang jauh lebih besar, bahkan datang dari arah yang tidak disangka-sangka.

Artikel ini akan membahas bagaimana konsep halal integrity menjadi kunci utama dalam membangun bisnis yang tidak hanya berkembang pesat, tetapi juga penuh keberkahan.

Perjalanan Hijrah yang Mengubah Hidup

Pak Yadi Purnama, salah satu pendiri Ciomy yang berdomisili di Garut, memulai kisahnya bukan dari latar belakang bisnis makanan. Bahkan, sebelumnya beliau hidup di dunia hiburan dan musik selama puluhan tahun. Begitu pula istrinya yang bekerja di dunia perbankan.

Namun, setelah menjalani hidup selama bertahun-tahun, muncul rasa hampa dan pertanyaan besar tentang tujuan hidup. Hingga akhirnya, sang istri lebih dulu memutuskan untuk hijrah, meninggalkan pekerjaannya di bank demi menjalani kehidupan yang lebih sesuai syariat.

Keputusan ini menjadi titik balik besar.

Sang istri mengingatkan bahwa mungkin ada hal-hal yang selama ini mereka jalani tanpa sadar ternyata tidak membawa keberkahan. Dari situlah kegelisahan muncul, hingga akhirnya Pak Yadi memutuskan ikut menghadiri kajian dan mulai memahami pentingnya membedakan halal dan haram dalam kehidupan, termasuk dalam urusan bisnis.

Terjebak Riba dan Kehilangan Segalanya

Seperti banyak orang pada umumnya, kehidupan mereka sebelumnya sangat bergantung pada fasilitas bank. Rumah kredit, mobil kredit, kartu kredit, hingga modal usaha pun berasal dari pinjaman berbunga.

Dalam perspektif syariat, riba adalah hal yang sangat dilarang. Ketika mereka mulai memahami hal ini, Pak Yadi merasa hidupnya seperti terjebak dalam lingkaran yang melelahkan. Bukan lagi hidup untuk berkembang, melainkan hidup hanya untuk membayar cicilan.

Dan benar saja, ujian datang bertubi-tubi.

Usaha yang dijalankan perlahan runtuh. Aset demi aset hilang. Bahkan bisnis rumah makan yang sempat menjadi harapan pun ikut lenyap. Pada saat itu, mereka benar-benar berada dalam kondisi nol, minus, dan bingung harus memulai dari mana.

Namun, di sinilah hijrah sebenarnya dimulai.

Pak Yadi dan keluarga akhirnya menjual rumah dan kendaraan demi menyelesaikan urusan dengan bank. Meski masih ada hutang tersisa, mereka berusaha bangkit dari bawah dengan cara yang halal.

Memulai dari Nol: Jualan Sale Pisang hingga Cuanki Instan

Setelah kehilangan segalanya, Pak Yadi dan istrinya memulai usaha kecil-kecilan. Mereka membeli sale pisang langsung dari pasar, mengolahnya sendiri, lalu menjualnya secara online.

Prosesnya tidak mudah.

Komplain datang terus-menerus, penjualan tidak stabil, bahkan mereka sering harus mengganti produk karena pelanggan tidak puas. Tapi mereka bertahan. Mereka percaya bahwa usaha yang halal walaupun kecil tetap lebih baik daripada usaha besar yang tidak diberkahi.

Dalam perjalanan itu, mereka juga mulai menjual produk lain seperti bakso aci. Di dalam produk bakso aci tersebut ada topping cuanki, dan ternyata justru bagian cuanki ini yang paling diminati pelanggan.

Dari sinilah lahir ide besar: mengembangkan cuanki instan sebagai produk utama.

Ciomy dan Konsep Halal Integrity

Ciomy bukan sekadar bisnis makanan instan biasa. Yang membedakan Ciomy adalah komitmennya untuk menjalankan bisnis dengan prinsip halal integrity dari hulu ke hilir.

Halal integrity ini terdiri dari lima pilar utama:

1. Halal Hidup

Seluruh tim yang terlibat didorong untuk menjalankan gaya hidup halal. Mulai dari menjaga shalat, menjauhi riba, hingga membangun budaya kerja yang sesuai Islam. Bahkan mereka memiliki program corporate university dengan kegiatan ngaji rutin setiap pagi sebelum bekerja.

2. Halal Modal

Modal usaha Ciomy diusahakan berasal dari sumber yang halal dan menggunakan konsep syirkah yang sesuai muamalah Islam, bukan dari pinjaman riba.

3. Halal Zat

Bahan baku yang digunakan tidak hanya halal, tetapi juga thayyib (baik, bersih, dan aman).

4. Halal Proses

Proses produksi dilakukan secara higienis, sesuai standar BPOM dan BPJPH. Tidak sembarang orang bisa masuk ruang produksi, harus menggunakan APD lengkap dan mengikuti prosedur ketat.

5. Halal Transaksi (Halal Akad)

Setiap kerja sama dengan karyawan, supplier, maklon, hingga distributor dilakukan dengan akad yang adil dan sesuai syariat.

Konsep halal integrity inilah yang membuat Ciomy bukan hanya berkembang sebagai bisnis, tapi juga menjadi simbol perjuangan ekonomi halal.

Berani Keluar dari Marketplace: Keputusan yang Mengguncang

Salah satu momen paling mengejutkan dalam perjalanan Ciomy adalah saat mereka memutuskan keluar dari marketplace, padahal saat itu penjualan sedang berada di puncak.

Orderan mencapai ribuan per hari. Setiap sore, ada beberapa mobil box yang mengantar produk ke ekspedisi. Namun setelah mempelajari fikih muamalah dan berkonsultasi dengan para guru, mereka meyakini bahwa akad transaksi marketplace yang mereka gunakan saat itu belum sesuai syariat.

Keputusan pun diambil: stok ditutup, toko dinonaktifkan, dan mereka exit dari semua marketplace.

Secara logika bisnis, ini keputusan gila.

Namun Pak Yadi dan tim tidak takut. Mereka percaya bahwa bisnis bukan sekadar mencari uang, tetapi tentang bagaimana usaha tersebut membawa mereka menuju ridha Allah.

Allah Ganti Rezeki Bertubi-tubi Setelah Tinggalkan Haram

Hal yang luar biasa terjadi setelah mereka keluar dari marketplace.

Alih-alih omzet turun, produksi Ciomy tidak berkurang sama sekali. Bahkan permintaan justru semakin meningkat. Ini menjadi bukti bahwa rezeki bukan berasal dari marketplace, bukan dari platform besar, melainkan dari Allah.

Setelah itu, pertolongan Allah datang bertubi-tubi:

  • Ciomy mulai dikenal luas lewat podcast besar dengan jutaan subscriber.
  • Tokoh ulama dan komunitas hijrah mulai menghubungi dan mendukung mereka.
  • Ciomy mulai masuk ke minimarket besar (merah dan biru).
  • Banyak artis dan tokoh publik datang ke Garut untuk memberi dukungan langsung.
  • Channel distribusi semakin luas: retail, store, wisata, hotel, kafe, hingga oleh-oleh.

Semua ini terjadi setelah mereka berani meninggalkan yang haram.

Inilah bukti nyata bahwa Allah ganti rezeki dari jalan yang lebih luas dan lebih berkah.

Marketplace Datang Kembali dengan Akad Syariah

Yang lebih mengejutkan lagi, beberapa bulan setelah Ciomy keluar dari marketplace, pihak marketplace justru datang kembali menawarkan solusi.

Mereka tidak ingin kehilangan Ciomy.

Marketplace bahkan bersedia berdiskusi panjang dan menyesuaikan akad agar sesuai syariat. Hingga akhirnya Ciomy kembali masuk marketplace, tetapi kali ini dengan akad yang lebih aman dan sesuai prinsip halal integrity.

Ini menjadi pelajaran besar bahwa bisnis kecil pun bisa menggetarkan kekuatan besar jika dijalankan dengan prinsip yang benar.

Ciomy Bertumbuh Pesat dan Membuka Lapangan Kerja

Saat ini, Ciomy telah berkembang sangat cepat. Jumlah karyawan mencapai lebih dari 200 orang dan terus bertambah. Bahkan ada rencana pembangunan rumah produksi baru karena permintaan pasar semakin tinggi.

Tidak hanya pasar nasional, permintaan dari luar negeri juga mulai berdatangan.

Ciomy membuktikan bahwa bisnis halal tidak menghambat pertumbuhan, justru membuka pintu lebih luas. Dengan halal integrity, bisnis bukan hanya menghasilkan profit, tetapi juga memberi manfaat ekonomi untuk masyarakat sekitar.

Pelajaran Penting: Hijrah Itu Sakit, Tapi Berbuah Manis

Dalam pesan akhirnya, Rangga Lesmana (PR Ciomy) menyampaikan bahwa hijrah bukan perjalanan yang mudah. Hijrah itu berat, penuh ujian, dan seringkali menyakitkan.

Namun, jika hijrah dilakukan dengan sungguh-sungguh, Allah akan memberikan pertolongan.

Kuncinya adalah niat.

Jika bisnis hanya diniatkan untuk cuan, maka yang dicari hanya dunia. Tetapi jika bisnis diniatkan untuk menolong agama Allah, maka pertolongan Allah akan datang dari arah yang tidak pernah kita duga.

Kesimpulan: Halal Integrity adalah Kunci Keberkahan Rezeki

Kisah Ciomy mengajarkan bahwa kesuksesan bisnis bukan hanya soal strategi pemasaran atau modal besar. Yang jauh lebih penting adalah keberanian untuk taat dan meninggalkan yang haram.

Saat seseorang menjaga prinsip halal integrity, maka Allah sendiri yang akan mengatur jalan rezekinya.

Dan benar, ketika Ciomy keluar dari marketplace demi menjaga akad, Allah ganti rezeki mereka dengan cara yang lebih besar, lebih luas, dan lebih penuh berkah.

Karena pada akhirnya, rezeki tidak pernah tertahan oleh sistem dunia. Rezeki hanya datang dari Allah.

Semoga kisah ini menjadi inspirasi bagi siapa pun yang sedang berada di persimpangan: ingin hijrah, ingin memperbaiki bisnis, atau ingin membangun usaha yang berkah.
Karena bisnis yang benar bukan hanya membawa keuntungan, tetapi juga membawa pemiliknya menuju surga.

 

Sumber:
FokusinajaOfficial . (2026, February). Bertubi-tubi Allah Ganti Rezeki dari Jalan Lain, Akibat Berani Meninggalkan Haram di M4rketpl4ce  [Video]. YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=xov7Ao_fPwQ

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button