Inspirasi Bisnis

Ide Jualan Donat, Perhitungan Modal dan Keuntungan

Donat adalah salah satu makanan ringan yang paling populer di Indonesia. Bentuknya yang bulat dan lembut, serta rasa manisnya yang nikmat, membuat donat menjadi camilan favorit banyak orang. Di sini, kami akan membahas tentang donat, mulai dari sejarahnya hingga modal dan keuntungan jualan donat.

Sejarah Donat

Donat pertama kali ditemukan di Belanda pada abad ke-19. Pada saat itu, donat disebut sebagai “oliebollen”, yang berarti bola minyak. Donat pertama kali dibuat dengan cara digoreng dalam minyak panas, kemudian diberi taburan gula di atasnya. Donat yang pertama kali dibuat ini memiliki bentuk yang tidak teratur dan tidak bulat seperti donat yang kita kenal sekarang.

Variasi Donat yang Menggoda Selera

Donat, dengan kelembutan dan kelezatannya, tidak hanya memikat lidah namun juga tampil dengan beragam variasi toping dan bentuk. Toping gula bubuk, cokelat caramel, cokelat meses, cokelat kacang, atau keju menghadirkan kenikmatan tersendiri saat disantap. Harga donat pun bervariasi, mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 30.000 per donat.

Sejalan dengan meningkatnya minat pasar, para pengusaha donat terus mengembangkan usaha mereka dengan inovasi baru dalam setiap kreasi donat. Mulai dari sate donat, donat bakar, hingga donat rendah kalori, bahkan kreasi donat dengan bentuk kartun anak-anak. Namun, penampilan menarik tidak cukup; kualitas rasa donat juga menjadi kunci utama kepuasan konsumen.

Ciri-ciri Produk Donat Berkualitas

  1. Tidak lengket dan tidak alot saat digigit.
  2. Tidak menyerap minyak berlebih.
  3. Tekstur halus dan lembut.
  4. Keempukan donat tetap terjaga.
  5. Harus memiliki cincin donat setelah digoreng.

Cara Membuat Donat

Donat dapat dibuat dengan bahan-bahan yang mudah didapat di pasar tradisional atau supermarket. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat donat antara lain tepung terigu, ragi, gula, telur, susu, mentega, dan garam. Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat donat:

  1. Campurkan tepung terigu, ragi, dan gula dalam mangkuk besar.
  2. Tambahkan telur, susu, mentega, dan garam ke dalam mangkuk tersebut.
  3. Aduk semua bahan hingga tercampur rata.
  4. Diamkan adonan selama 1 jam hingga mengembang.
  5. Giling adonan hingga setebal 1 cm.
  6. Potong adonan dengan menggunakan cetakan donat.
  7. Goreng donat dalam minyak panas hingga kecokelatan.
  8. Angkat donat dan tiriskan.

Kemasan yang Menggoda

Kemasan donat juga memiliki peran penting dalam mencuri perhatian konsumen. Penggunaan plastik kemasan dengan label merek donat atau kotak cantik untuk donat dalam jumlah lusinan dapat membuatnya terlihat lebih menarik. Namun, selain variasi rasa dan kemasan, mutu bahan yang digunakan juga perlu diperhatikan untuk menghasilkan donat dengan rasa yang berkualitas.

Dicuplik dari blackgarlick dot id, modal awal yang dibutuhkan saat memulai usaha donat adalah

  • Etalase Rp. 1.500.000
  • Meja Rp. 600.000
  • Kursi Rp. 500.000
  • Kompor Rp. 300.000
  • Gas Rp. 350.000
  • Mixer Rp. 750.000
  • Wajan Rp. 150.000
  • Spatula Rp. 50.000
  • Wadah Rp. 100.000
  • Sendok takar Rp. 50.000
  • Serbet Rp. 25.000

Dari data diatas, maka dapat disimpulkan bahwa untuk modal awal dalam bisnis donat adalah senilai Rp. 4.375.000

  • Nota Kontan  Rp. 125.000
  • Sewa tempat Rp. 350.000
  • Gas isi ulang Rp. 125.000
  • Minyak goreng Rp. 126.000
  • Kentang Rp. 200.000
  • Tepung terigu rp. 230.000
  • Menteg rp. 150.000
  • Gula pasir Rp. 450.000
  • Varmipan Rp. 20.000
  • Telur Rp. 200.000
  • Coklat Rp. 35.000
  • Susu bubuk Rp. 80.000
  • Ragi instan Rp.10.000
  • Kacang Rp. 20.000
  • Meses Rp. 50.000
  • Kotak donat Rp. 300.000
  • Plastik Rp. 150.000

Lalu untuk modal bulanan dalam  menjalankan bisnis donat adalah sebesar Rp. 2.621.000

Menurut BlackGarlic.ID, modal awal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis donat adalah Rp. 4.375.000 dan modal bulanan sebesar Rp. 2.621.000 . Dalam satu bulan, bisnis donat dapat menghasilkan keuntungan kotor sebesar Rp. 7.500.000 dengan menjual 50 pcs donat per hari dengan harga Rp. 5.000 .

Dengan menggunakan rumus keuntungan kotor – modal 1 bulan, maka keuntungan bersih pada bisnis donat dalam 1 bulan adalah Rp. 4.879.000

Strategi Pemasaran yang Efektif

Pemasaran produk donat tidaklah sulit, mengingat makanan ini sudah memiliki pangsa pasar yang luas. Beberapa strategi efektif untuk memasarkan donat antara lain:

 

1. Penitipan di Tempat Potensial

Anda dapat menitipkan donat di warung makanan, toko kue, dan tempat cemilan lainnya untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

2. Pembukaan Gerai atau Outlet Donat

Buka gerai atau outlet donat dengan menggunakan gerobak dapat menjadi opsi menarik. Ini memungkinkan Anda untuk menjangkau konsumen secara langsung.

3. Mencari Sales Makanan

Cari sales makanan yang dapat membantu memasarkan donat Anda ke berbagai tempat.

4. Promosi Aktif

Promosikan produk donat Anda dengan berbagai cara, mulai dari promosi mulut ke mulut melalui rekan dan lingkungan sekitar hingga menggunakan media seperti banner, pamflet, dan penawaran diskon khusus untuk pembelian donat di outlet Anda dengan batas waktu tertentu.

Dengan menggabungkan kualitas rasa, penampilan menarik, dan strategi pemasaran yang cerdas, Anda dapat membangun citra donat yang kuat dan meningkatkan penjualan produk Anda. Donat bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga seni yang memikat selera konsumen.

Kesimpulan

Donat adalah makanan ringan yang populer di Indonesia. Donat pertama kali ditemukan di Belanda pada abad ke-19. Donat dapat dibuat dengan bahan-bahan yang mudah didapat di pasar tradisional atau supermarket. Donat memiliki banyak variasi rasa dan bentuk. Donat memiliki rasa yang manis dan lembut. Donat juga dapat dijadikan sebagai camilan yang praktis dan mudah dibawa ke mana-mana. Selain itu, donat juga dapat dijadikan sebagai oleh-oleh untuk keluarga dan teman.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button