Askrindo Syariah Luncurkan Buku Akselerasi Literasi UMKM
Jakarta – Pertumbuhan bisnis yang meroket tanpa diimbangi oleh pemahaman literasi yang kuat sering kali menjadi bom waktu bagi keberlanjutan industri keuangan. Paradoks inilah yang melatarbelakangi langkah strategis PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah dalam memperkuat fondasi ekosistem syariah domestik. Melalui peluncuran Buku Penjaminan Pembiayaan Syariah edisi kedua, korporasi ini mencoba merombak peta jalan edukasi publik.
Langkah literasi ini bukan sekadar pelengkap formalitas korporasi di pasar. Sebaliknya, inisiatif tersebut hadir di tengah urgensi penguatan pemahaman operasional industri keuangan. Buku bertajuk “Akselerasi UMKM Menuju Ekonomi Berkeadilan” ini dirancang untuk menjembatani jurang informasi antara pelaku usaha tradisional dan sistem penjaminan modern.
Menakar Urgensi Edukasi Sektor Finansial
Plt. Direktur Utama Askrindo Syariah Aviantono Yudihariadi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, menjelaskan pihaknya menyadari keberhasilan perkembangan industri keuangan syariah tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan bisnis dan inovasi layanan semata.
“Dibutuhkan pula peningkatan literasi, edukasi, dan pemahaman yang memadai agar masyarakat, pelaku usaha, akademisi, maupun praktisi dapat memahami peran strategis penjaminan pembiayaan syariah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah nasional,” ujarnya. Dikutip dari antaranews.
Oleh karena itu, penerbitan edisi kedua ini memuat ulasan yang jauh lebih komprehensif dari versi sebelumnya. Selain itu, materi di dalamnya mencakup analisis mendalam mengenai mitigasi risiko pembiayaan di berbagai sektor ekonomi. Kehadiran literatur ini diharapkan mampu memperkecil asimetri informasi yang selama ini menghambat penetrasi modal ke sektor produktif.
Rekor Performa Positif Penyokong UMKM
Selanjutnya, urgensi penguatan literasi ini sejalan dengan performa keuangan perusahaan yang tumbuh impresif. Askrindo Syariah berhasil membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp163,18 miIiar pada tahun 2025. Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan kokoh sebesar 19,29 persen secara tahunan dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Pertumbuhan laba juga diikuti oleh meningkatnya aset perusahaan sebesar 9,80 persen (yoy), sehingga total aset pada tahun 2025 mencapai Rp3,28 triliun. Ekuitas perusahaan juga mengalami peningkatan sebesar 17,26 persen (yoy), dari Rp996,56 miliar pada 2024 menjadi Rp1,17 triliun pada 2025.
Sementara penjaminan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tersalurkan kepada 29,2 juta debitur, termasuk 4,63 juta debitur baru pada tahun 2025, dengan total nilai kafalah sebesar Rp47,21 triliun.
Pada akhirnya, lonjakan kinerja keuangan dan perluasan jangkauan debitur mikro ini mempertegas peran nyata instrumen penjaminan. Tanpa adanya edukasi yang merata, stimulus modal puluhan triliun tersebut terancam tidak optimal. Melalui integrasi bisnis dan literasi, Askrindo Syariah optimistis mampu menciptakan bantalan ekonomi nasional yang jauh lebih berkeadilan.



