Berita Terkini

Trade Indonesia Resmi Hadir Perluas Akses Pasar Global

Serpong – Langkah pelaku usaha lokal menembus rantai pasok global kini makin terbuka lebar. Oleh karena itu, platform jejaring bisnis Trade Indonesia resmi hadir untuk mempertemukan korporasi domestik dengan mitra internasional secara langsung. Peluncuran platform inisiatif International Creatives Exchange (ICE) ini berlangsung pada Selasa (13/10) di Serpong, Banten.

Acara strategis tersebut dihadiri para pemangku kepentingan industri, lembaga keuangan, asosiasi bisnis, serta delegasi mancanegara dari Pakistan, Bangladesh, hingga Turki. Selain itu, agenda peresmian dirangkaikan dengan diskusi panel bertajuk “Policy Becomes Market Access – Connect to Compete” guna membedah strategi penetrasi pasar luar negeri.

Peluang Emas Sektor Pangan Biru

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KKP) RI, Irwan Meilano, mengapresiasi peluncuran jejaring inovatif ini. Menurutnya, potensi perdagangan produk perikanan dunia bernilai fantastis hingga menyentuh angka 184 miliar dolar AS. Namun, nilai perdagangan perikanan Indonesia saat ini masih bertengger di posisi ke-10 dunia meski volume tangkapannya sangat melimpah.

“Pangan biru sedang menjadi bisnis yang besar saat ini dan akan menjadi sangat besar di masa depan,” tegasnya.

Selanjutnya, Irwan mendorong para pengusaha memanfaatkan peta jalan ekonomi biru pemerintah. Kebijakan tersebut mencakup optimalisasi budidaya perikanan modern sekaligus perluasan kawasan konservasi perairan. Dengan demikian, produk bahari nusantara mampu menciptakan nilai tambah kompetitif sebelum dikirim ke pasar internasional.

Transformasi Jenama Lokal Menuju Panggung Dunia

Dukungan kuat juga datang dari Kementerian Perdagangan RI. Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, mengapresiasi akselerasi jaringan perdagangan ini. Menurutnya, Indonesia menyimpan keunggulan komoditas yang sangat kaya, mulai dari kopi, kakao, furnitur, fesyen, kriya, makanan olahan, hingga manufaktur bernilai tambah tinggi.

Dyah Roro menegaskan bahwa dunia usaha wajib mengonversi kesepakatan dagang internasional menjadi lonjakan ekspor nyata. Pencapaian tersebut membutuhkan sokongan inovasi mutu, adopsi teknologi digital, serta kemitraan bisnis global yang solid.

“Saya sangat yakin bahwa produk lokal dapat menjadi merek global. Made in Indonesia tidak seharusnya hanya merepresentasikan dari mana produk kita berasal, tetapi juga kualitas, kreativitas, dan inovasi yang dibawa Indonesia untuk dunia,” ujar Dyah Roro.

Memangkas Sekat Birokrasi Perdagangan Luar Negeri

Mengusung moto “Connecting Business, Expanding Opportunities”, platform ini dirancang untuk memangkas hambatan rantai relasi. Founder ICE, Atta Ul Karim, menjelaskan bahwa misi utama platform adalah menciptakan interaksi langsung yang transparan dan bebas proses berbelit.

“Konektivitas bisnis harus menjadi awal dari peluang yang nyata,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Trade Indonesia menerapkan kurasi ketat terhadap seluruh anggota ekosistem. Verifikasi mencakup aspek legalitas entitas usaha, kapabilitas manajemen, kepatuhan sektor, dan jejak rekam transaksi. Langkah preventif ini krusial untuk menyaring mitra yang tidak kredibel dalam aktivitas perdagangan lintas negara.

Di samping itu, kumpulan data anggota akan diolah menjadi instrumen market intelligence. Layanan data analitik ini membantu pelaku usaha memetakan segmentasi pasar ekspor, profil mitra potensial, serta ceruk bisnis baru. Ke depan, Trade Indonesia telah merancang program kerja berjenjang pada 12 sektor usaha unggulan, mulai dari lokakarya, pameran internasional, business matching, hingga misi dagang bilateral.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button