Emil Dardak Kembali Nahkodai MES Jatim 2026–2031

Surabaya – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak kembali memegang tongkat kepemimpinan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Timur masa bakti 2026–2031. Amanah baru ini menuntut akselerasi penguatan ekosistem ekonomi syariah lokal. Selain itu, integrasi rantai nilai halal dari hulu hingga hilir menjadi agenda prioritas.
Emil bersama 85 pengurus PW MES Jatim resmi dilantik langsung di Surabaya pada Minggu. Pelantikan dilakukan oleh Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat MES sekaligus Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti. Sebelumnya, figur muda ini telah mengemban posisi yang sama pada periode kepengurusan 2022–2025.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi keberlanjutan kepemimpinan tersebut. Ia menegaskan perlunya kolaborasi nyata antara UMKM, industri halal, dan lingkungan pesantren.
“Saya ingin mengucapkan selamat kepada Pak Wagub yang kembali terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Wilayah MES untuk lima tahun ke depan,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah dan Pengurus Daerah MES Jatim di Surabaya, Minggu. Dikutip dari ANTARA.
Khofifah juga menambahkan bahwa pondasi ekonomi Jawa Timur sangat bergantung pada sektor-sektor kerakyatan tersebut.
“Dan perekonomian kita ini banyak ditopang oleh ekosistem halal, UMKM, dan produk pesantren, maka di Jawa Timur kita memang sedang mengusahakan halal value chain yang terintegrasi,” ujarnya.
Prioritas Sertifikasi Halal dan Kawasan Industri
Menanggapi amanah tersebut, Emil Dardak menyatakan kesiapannya untuk membenahi persoalan sertifikasi halal. Sebab, banyak pelaku usaha kecil yang produknya telah halal namun terkendala pemenuhan regulasi administratif.
“Kita berharap bahwa kapabilitas Jawa Timur ini dalam meraih sertifikasi halal bisa menjadi semacam motor penggerak,” ujar Emil.
Oleh karena itu, penguatan Halal Industrial Park terus dipacu agar memperoleh insentif fiskal layaknya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Langkah strategis ini dinilai efektif menjadi katalisator percepatan sertifikasi bagi pelaku usaha.
Selanjutnya, Emil menyoroti tantangan nyata pada sektor keuangan syariah di lapangan. Namun, komitmen bersama dinilai mampu mengurai hambatan operasional tersebut.
“Tetapi Insya Allah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Bank Indonesia selalu memberikan atensi besar. Termasuk Bank Jatim yang menjadi teladan dengan mengembangkan UUS-nya, Unit Usaha Syariah,” katanya.
Pada akhirnya, Emil menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak dan perbankan yang bersinergi di dalam MES.
“Semoga MES Jawa Timur bisa senantiasa memberikan kontribusi kepada MES Pusat. Mudah-mudahan, insya Allah, roda organisasi bisa tetap berjalan dengan baik, sembari kita menunggu arahan pengurus pusat berikutnya,” kata Emil.



