Pacu Industri Halal Nasional, Kemenperin Perluas Dukungan Finansial

Jakarta – Akses modal perbankan kini menjadi motor penggerak ekosistem halal. Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperluas penetrasi pembiayaan syariah bagi pelaku usaha di tanah air.
Langkah konkret ini terlihat dalam ajang Halal Indo 2026 di ICE BSD City, Tangerang. Pada agenda tersebut, Pusat Industri Halal Kemenperin bersama PT Maybank Indonesia Tbk resmi menyepakati Letter of Intent (LoI) demi membangun sinergi berkelanjutan.
Penguatan Rantai Pasok dan Sertifikasi
Kebutuhan pendanaan dinilai sangat krusial bagi peningkatan kapasitas produksi. Selain itu, permodalan yang tepat sasaran akan mempercepat ekspansi pasar sekaligus memperkokoh rantai pasok industri.
Kepala Pusat Industri Halal Kemenperin Dewi Setiawati menegaskan pentingnya kolaborasi strategis antara regulator dan perbankan.
“Industri halal membutuhkan dukungan pembiayaan yang sejalan dengan kebutuhan pengembangan industri. Melalui sinergi ini, kami ingin memacu terciptanya akses yang lebih luas bagi pelaku industri terhadap layanan keuangan, sekaligus memperkuat konektivitas antara sektor industri dengan ekosistem keuangan,” ujarnya dalam keterangan, Sabtu (26/9/2026). Dikutip dari REPUBLIKA.
Kolaborasi Kemenperin dan Maybank mencakup beragam instrumen strategis. Fasilitasi pembiayaan syariah disiapkan bersamaan dengan program peningkatan kapasitas serta sertifikasi halal. Selanjutnya, skema ini juga membidik perluasan akses pasar hingga ke tingkat global.
Akselerasi Ekosistem Kawasan Halal Bintan
Momentum ini turut menjangkau kerja sama berskala internasional. Gallant Venture Ltd dan Maybank Singapore Limited turut meneken kesepakatan terpisah untuk pengembangan Bintan Inti Halal Hub.
Kemenperin sebelumnya telah memplot kawasan tersebut sebagai salah satu Kawasan Industri Halal terpadu. Pada akhirnya, integrasi ini diharapkan mampu mendongkrak daya saing produk lokal di kancah perdagangan dunia.



