YDBA Pacu UMKM Masuk Rantai Pasok Manufaktur Astra
Jakarta – Membuka pintu rantai pasok industri manufaktur global bukanlah perkara mudah bagi pelaku usaha lokal. Namun, Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) terus mendobrak barikade tersebut dengan memperluas pembinaan ke berbagai wilayah Indonesia. Lembaga ini menargetkan lonjakan kelas bagi ribuan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu memenuhi standar tinggi industri berat.
Dorong Standar QCD Global
Hingga 2026, YDBA konsisten mendampingi 2.030 UMKM aktif yang tersebar di 21 wilayah strategis nasional. Langkah taktis ini diwujudkan melalui penguatan kapasitas usaha secara terintegrasi hulu ke hilir. Pembinaan difokuskan pada peningkatan kualitas manajemen, efisiensi biaya, serta ketepatan pengiriman atau quality, cost, and delivery (QCD). Oleh karena itu, tiga aspek fundamental tersebut menjadi harga mati bagi pelaku usaha sebelum menyuplai kebutuhan industri besar.
Salah satu jalur yang ditempuh ialah Program Development bagi UMKM Manufaktur yang dikembangkan bersama enam agen pemegang merek (APM) di lingkungan Grup Astra. Skema komprehensif ini mencakup pelatihan intensif, pendampingan lapangan, hingga asesmen ketat. Selanjutnya, integrasi sistem ini menjadi filter utama guna menguji kelayakan para peserta.
Akselerasi Transformasi Digital Kawani
Salah satu potret sukses program ini dialami oleh PT Kawani Tekno Nusantara. Perusahaan manufaktur dan fabrikasi berbasis job order asal Bandung tersebut telah menjadi UMKM binaan YDBA sejak sekitar 1990. Selama lebih dari tiga dekade mengikuti pendampingan, perusahaan itu melakukan pembenahan sistem manajemen, pengendalian mutu, dan proses produksi yang bertransformasi dari sistem manual menuju digital.
“Tantangan terbesar dalam bisnis job order seperti kami adalah harus selalu siap menghadapi perubahan setiap saat. Justru dari situ saya paling senang ketika mendapat pekerjaan unik yang bisa menurunkan biaya produksi dan meningkatkan profit, itu yang terus menjadi semangat kami,” ujar Yadi Nugraha selaku Direktur PT Kawani Tekno Nusantara dalam keterangan tertulis Rabu (8/7/2026). Dikutip dari bisnis.com.
Selain itu, perusahaan mencatat rapor positif dengan meraih juara pertama Kompetisi 5R UMKM selama tiga tahun berturut-turut pada 2023-2025. Perusahaan manufaktur tersebut juga sukses memperoleh status UMKM Mandiri pada 2024 serta mengantongi sertifikasi ISO resmi. Generasi ketiga perusahaan, Amjad Nugraha, yang kini menjabat sebagai general manager, menilai pendampingan YDBA mempercepat transformasi operasional secara signifikan.
Evaluasi Akhir November 2026
Saat ini Kawani masih menjalani tahapan pendampingan dalam Program Development bagi UMKM Manufaktur dan dijadwalkan mengikuti evaluasi akhir pada November 2026. Apabila memenuhi seluruh persyaratan mutu, perusahaan itu berpeluang besar menjadi pemasok resmi bagi jaringan raksasa Grup Astra.
Pada akhirnya, dampak ekonomi dari program pembinaan ini terbukti sangat masif secara nasional. YDBA mencatat, pada 2025 nilai produk dan jasa yang dipasok UMKM binaannya kepada Grup Astra mencapai Rp4,9 triliun. Hingga akhir tahun lalu, lembaga tersebut telah melahirkan 449 UMKM Mandiri yang bergabung dalam Advance Club, menciptakan 1.688 lapangan kerja baru, serta menopang 12.394 tenaga kerja pada UMKM binaan.



