Berita

BPOM Ajak UI Perkuat Riset Produk Anti-Penuaan di Era Silver Economy

Jakarta — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mendorong Universitas Indonesia (UI) agar semakin aktif mengembangkan riset inovatif di bidang kosmetik dan suplemen antipenuaan, mengingat besarnya potensi pasar di era silver economy.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan bahwa inovasi produk antipenuaan harus berlandaskan sains yang kuat dan uji keamanan yang komprehensif. “Produk kosmetik anti-penuaan dan suplemen kesehatan memiliki potensi pasar yang besar di era silver economy. Namun, inovasi harus dibangun di atas fondasi sains, uji keamanan yang mendalam, serta regulasi yang mampu melindungi konsumen lansia sebagai kelompok rentan,” katanya saat memberikan kuliah umum di Fakultas Farmasi UI, Depok, Rabu (10/12/2025). Dikutip dari rri.co.id

Kuliah umum bertema “Tren Global dan Respon Regulasi: Prospek Produk Kecantikan Anti-Penuaan dan Suplemen di Silver Economy” itu menyoroti kebutuhan riset yang relevan dengan dinamika demografis. Taruna menjelaskan bahwa silver economy berkaitan erat dengan meningkatnya kebutuhan produk kesehatan dan perawatan diri bagi masyarakat lanjut usia.

Namun, ia mengingatkan bahwa lansia memiliki karakteristik fisiologis berbeda sehingga formulasi, klaim manfaat, dan aspek keamanan produk harus diperhatikan secara lebih cermat. Taruna juga menekankan pentingnya literasi konsumen serta tanggung jawab industri dalam memberikan informasi produk yang akurat dan etis.

Ia menambahkan bahwa BPOM terus memperkuat pengawasan pra dan pascapemasaran, meningkatkan standar keamanan, serta menerapkan regulasi berbasis risiko dan bukti ilmiah demi memastikan mutu produk yang beredar.

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI, Hamdi Muluk, menyatakan bahwa kolaborasi akademisi dan regulator merupakan kunci dalam membangun ekosistem riset yang aman dan berorientasi pada perlindungan masyarakat. Menurutnya, Fakultas Farmasi UI memainkan peran strategis dalam menjembatani temuan ilmiah dengan kebutuhan industri dan regulasi.

Dekan Fakultas Farmasi UI, Arry Yanuar, menambahkan bahwa kegiatan tersebut mencerminkan komitmen fakultas untuk menyelaraskan sains, inovasi, dan regulasi. “Public lecture ini adalah wujud sinergi akademisi dan regulator dalam menjawab tantangan pengembangan produk kosmetik dan suplemen di era silver economy, dengan keselamatan konsumen sebagai prioritas utama,” ujarnya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button