Pertamina SMEXPO 2025 Jadi Panggung UMKM Masuk Rantai Pasar Global
JAKARTA — Pertamina SMEXPO 2025 kembali menjadi ruang penting bagi pelaku UMKM untuk memamerkan kualitas produk sekaligus membuka peluang menembus rantai pasar yang lebih luas. Ajang ini melibatkan 51 UMKM binaan Pertamina dari berbagai sektor, mulai dari kuliner, perhiasan, kriya, hingga fesyen. Pameran berlangsung enam hari di Mall Bintaro Jaya Xchange II, Tangerang Selatan, mulai 25 hingga 30 November 2025.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menegaskan bahwa sebagai tulang punggung perekonomian nasional, UMKM membutuhkan model pembinaan modern dan berbasis data. Ia menilai format Pertamina SMEXPO menjadi wujud nyata dukungan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) korporasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
“Kolaborasi antara korporasi besar seperti Pertamina dan pemerintah akan memperkuat fondasi ekonomi nasional. Kita harus mendorong dari bawah agar ekonomi kerakyatan tumbuh, sehingga produk lokal bisa makin vokal di tingkat global,” ujar Maman saat membuka Pertamina SMEXPO 2025 di Bintaro Xchange, Selasa (25/11/2025). Dikutip dari bisnis.com
Maman juga mengapresiasi perjalanan SMEXPO yang konsisten berjalan sejak masa pandemi. Program yang awalnya hadir sebagai virtual expo untuk membantu pemasaran UMKM di tengah Covid-19 kini telah berkembang menjadi ecosystem builder yang lebih komprehensif. Melalui tagline “Lokal Jadi Vokal”, SMEXPO dinilai berhasil membuka panggung bagi UMKM untuk lebih terdengar, dikenali, dan diakui di pasar nasional maupun global.
Saat meninjau stan UMKM binaan Pertamina, Maman menyoroti kurasi produk yang dinilai telah memenuhi standar pasar modern, baik dari sisi mutu produksi maupun kemasan. Ia menilai ajang ini memberi nilai tambah besar karena memperluas peluang bagi pelaku UMKM untuk masuk ke rantai pasok industri, jaringan hotel dan restoran, manufaktur, hingga sektor migas.
“Pertamina bukan hanya membantu, tetapi meng-upgrade UMKM. Ada pelaku yang kini bisa mensuplai hotel, restoran, manufaktur, bahkan migas. SMEXPO membuka pintu itu,” kata Maman.
Ia mengingatkan bahwa pembinaan UMKM tak bisa dilakukan secara parsial mengingat jumlah pelaku usaha yang mencapai 57 juta orang. Karena itu, Maman memandang Pertamina SMEXPO sebagai kontribusi strategis BUMN dalam memperkuat fondasi pembinaan nasional.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kita membutuhkan BUMN sebagai agregator dan pengungkit,” tegasnya.
Pertamina membawa para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dari berbagai kota di Indonesia untuk tampil di SMEXPO 2025. Produk UMKM binaan ditampilkan secara langsung di lokasi pameran, sekaligus dapat diakses melalui laman smexpo.pertamina.com.